Catatan Kecil Bagian 2 Marcus W Nugroho Mengenal Danau dan Waduk

DSCN9605

Ini adalah bagian kedua 2 dari corat coret Marcus W nugroho yaitu soal danau dan waduk.  Waktu saya duduk dibangku Sekolah Dasar, saya mendapat pelajaran berharga tentang pembuatan waduk serta dampak positif negatif dari pembuatan waduk. Kala itu saya   menyaksikan sendiri bagaimana waduk Gajah Mungkur  di Wonogiri dibuat, yang akhirnya menenggelamkan beberapa Kecamatan di sana.

            Saya  tahu persis bagaimana proses pembuatan Waduk Gajah Mungkur karena keluarga penulis memang tinggal di Wonogiri.  Salah satu dampak negative dari pembuatan waduk adalah pindahnya saudara penulis  daerah Transmigrasi di Lampung sehingga hilanglah kekerabatan. Dampak positifnya adalah desa penulis sekarang ini bisa menikmati listrik, selain itu warga di Sukoharjo, Solo dan Klaten menikmati irigasi untuk sawahnya dari waduk Gajah Mungkur.

            Setelah waduk selesai dibangun, saya  sering mengamatinya dari sebuah bukit dan berpikir bahwa di dalam genangan air dahulunya sebuah kota kecil tempat tinggal saudara penulis. Kini kota-kota kecil telah  tergenang air. Sekarang kota kecil itu menjadi “kota” bagi satwa  air alias ikan-ikan.

            Selain waduk Gajah Mungkur, saya  juga banyak mendatangi  danau dan setu di Indonesia seperti  danau Toba di Sumatera Utara, danau Maninjau  dan danau Singkarak Sumatera Barat, danau Tondano Sulawesi Utara dan danau Kintamani di Bali dan setu-setu didaerah Jabodetabek. Selain danau itu, penulis belum pernah mengunjunginya, padahal di Indonesia ini banyak sekali danau.

IMG_5022

 

Di Indonesia ini banyak nama digunakan untuk mendefinisikan cerukan tanah yang berisi air ini. Orang Jabodetabek banyak yang menyebut cerukan tanah dengan nama setu, orang Jawa Tengah dan Jawa Barat menyebutnya telaga, orang sumatera barat menyebut dengan ranu. Dan ada juga yang memberi nama lain dari cerukan tanah adalah dam, waduk, reservoir dan sebagainya. Sebutan-sebutan nama bagi cerukan tanah  hanya dibedakan berdasarkan proses pembentukan dan besar kecilnya cerukan.

Tidak ada perbedaan yang mempengaruhi kehidupan antara waduk dan danau, kecuali perbedaan pembentukannya. Waduk (nama lain dari dam, reservoar, bendungan) dibuat manusia dengan cara membendung sungai sehingga ikan-ikan sungai yang dulu bervariatif jenisnya, maka akan mengecil  jumlah jenisnya saat sungai menjadi genangan (watershed) atau waduk.

Ikan-ikan yang mampu beradaptasi pada kondisi stag (air diam) akan berkembang jumlahnya, sedangkan ikan-ikan yang suka hidup di air mengalir (riverine) akan berkurang jumlahnya. Sedangkan danau (nama lain untuk telaga, ranu, situ) adalah cerukan tanah berisi air yang terjadi karena proses alam, maka ikan-ikannya dari dulu sudah terkondisikan pada situasi stag (air menggenang) tersebut. *** sambung lagi ya bro hahahaha...

Comments

comments

Comments are closed.