Pilih Lokasi Jangan Asal Troling

wpid-fb_img_1447854342104.jpg

Setelah menyepakati perencanaan mancing bersama, kini yang bertugas membawa kapal yaitu Kapten akan mengarahkan lokasi yang banyak di huni ikan. Sebaiknya kapten  berpegang pada sebuah peta Laut keluaran Hidrosgrafi TNI AL yang mana dalam peta tersebut menyatakan kedalaman dan garis drop off.  Soal peta laut, sekarang telah ada  peta laut dalam bentuk digital sehingga lebih mudah pemilihan lokasi untuk trolling.

Pilihan lokasi mancing terkait dengan target ikan yang akan di pancing. Kapten kapal mengantar pancinger trolling dengan menganalisa  kedalaman air tertentu dan tetap membaca topografi dasar laut. Kapten yang berpengalaman biasanya mengetahui ikan-ikan apa yang ada terkait dengan kedalaman serta topografi dasar laut.

Sebagai contoh bila pancinger trolling di kedalaman 30m – 50 m dan dekat dengan pulau, maka sebenarnya kapten kapal sudah mengetahui kemungkinan ikan yang akan menyambar umpan adalah ikan-ikan kuwe, dan barakuda.

sean-alexander-090

Lain lagi bila memilih lokasi karang luas dengan kedalaman antara 50 m – 70 m maka ikan yang biasa menyambar umpan adalah ikan-ikan predator lincah semacam tenggiri. Di lokasi ini biasanya ikan tenggiri sedang berkumpul memakan ikan-ikan tembang atau selar yang mengumpul di dekat karang.

Bila mau mancing ikan besar seperti tuna dan marlin, seorang kapten profesional akan mengarahkan kapalnya kekedalaman air di atas 200 – 1000 m. Kapten akan mengarahkan ke laut lepas atau sekitar tubiran laut, yang mana di sana terjadi up welling atau arus naik sehingga banyak plankton dan terjadi rantai makanan maka kemungkinan ada ikan besar ada di lokasi tersebut.

Nah sebaiknya dalam soal pemilihan lokasi antara pancinger dan kapten haruslah sepakat, agar kapten kapal bisa lebih leluasa mengexplore spot demi spot.

Comments

comments

Comments are closed.