Jelajah Mancing di Pulau Handeleum Ujungkulon

MJ UK 1

Pagi yang cerah mengawali hari kami menuju spot yang sudah tak asing lagi bagi para castinger. Ujungkulon. Ya, tentunya teman-teman semua sudah tak asing lagi mendengar daerah itu. Dan tentu sudah pasti bisa diterka apa yang menjadi target mancing kami disana dengan tehnik casting. Berbekal pengalaman yang sudah-sudah, kami berdua (Lilik & Adam Boediman) tak ragu lagi untuk menjelajah mancing  pesona alam ujung barat pulau jawa ini, Pulau Handeuleum.

Bisa dikatakan daerah ini adalah syurganya castinger lokal maupun dari luar daerah. Dengan kondisi ekosistem/ habitat yang masih terjaga dengan baik, tak bisa dipungkiri kalau Pulau Handeuleum masih banyak menyimpan hotspot yang istimewa untuk dicoba. Pulau-pulau kecil seputaran Handeuleum, dari muara sampai terumbu karangnya yang memanjakan mata para pemancing yang datang. Tentu ini menjadikan destinasi mancing yang luarbiasa, karena dengan terjaganya alam sekitar menjadikan tempat ini sebagai sarang berbagai macam spesies ikan didalamnya.

Dengan sebuah congkreng/ katir/ jukung, kami berdua menyusuri pinggiran pulau-pulau kecil sekitar Handeuleum. Tentu kami sudah mengantongi ijin dari pengelola TN UK. Tanpa ijin resmi, jangan harap mancing kita akan tenang. Karena diwilayah Taman Nasional Ujungkulon, semuanya ada aturannya. Memancing tanpa ijin adalah tindakan yang melanggar hukum dan tentu kita semua tau resiko yang akan dihadapi.

ADAM MJ 1

Lemparan demi lemparan lure ke titik yang kami anggap potensial pun kami lakukan. Berbekal minnow, mini popper kami mencoba casting. Ya, cuma itu saja senjata kami. Karena yang utama bukan lah untuk mendapatkan banyak ikan, melainkan refreshing, penyegaran pikiran & bertemu dengan kawan, menikmati indahnya alam kita dan melepaskan penat setelah kesibukan sehari-hari. Anggap saja kami kalau mendapatkan ikan itu adalah sebuah bonus liburan. Hehehe.

Benar saja, tanpa menunggu lama kami casting tanda-tanda ikan terkecoh dengan lure yang kami lemparkan mulai terlihat. Yuppzzz, strike... !!! Yaaaah, mocelllll (kata Adam). Saya pun tertawa lepas. Sepertinya ikan kuwe/ giant trevally size kecil yang menyambar umpan Adam. Ikan-ikan kuwe ukuran 1kg biasanya bergerombol dan agresiv dalam berburu mangsa.

Saya pun juga mocel-mocel terus, sampai bingung sendiri bagaimana mengakalinya. Mungkin ini belum menjadi keberuntungan kami. Ombak pinggiran pulau semakin besar dan kami putuskan untuk masuk muara di pulau-pulau seputaran Handeuleum. Sebelum masuk muara tekong/ tukang jukung mematikan mesinnya dan mulai mendayung pelan. Saat itu pula saya mulai melempar lure ke bibir muara.

Beberapa kali lemparan tak ada sambaran, tiba-tiba Adam yang berada sisi dibelakang saya teriak "STRIKE Brooo...". Saya pun segeran mengulung pancing dan mengambil moment strike Adam dalam bentuk video. Yeeeaach... Mangrovejack Fish (Ikan Mangar- lokal). Mangrovejack size 1,5kg pun takluk dibuatnya. Kembali kami casting, lempar sana lempar sini.

Sekarang giliran saya strike, Adam pun tanpa di komando lagi langsung mengambil kamera handphone saya lalu merekamnya. Ya, MJ (Mangrovejack) lagi disini, size yang cukup lumayan kali ini, kurang lebih 2,5kg. Muara seputaran Handeuleum memang terkenal dengan habitat ikan jenis bass ini. Kalau lagi mujur terkadang kita bisa mendapatkan ikan yang menjadi impian saya (mungkin semua castinger) yaitu ikan Blackbass yang mulai langka populasinya di perairan Banten. Bahkan ada juga ikan Barramundinya yang fenomenal dengan loncatan indahnya. Untuk spesies tertentu, kami mempunyai aturan sendiri.

ASIK

Misalnya kami mendapatkan ikan Blackbass, ikan jenis ini sudah sangat sulit sekali dijumpai disini. Kami pun meng-haram-kan untuk dibawa pulang/ dikonsumsi. Dalam artian kami akan release kembali ke habitat asalnya demi menjaga kelangsungan populasi yang semakin baik kedepannya. Bagaimana untuk ikan Mangrovejack ??? Tak sedikit yang kontra dengan hasil casting kami di tempat ini. Tapi saya tidak akan membahasnya disini. Hehehe... Yang pasti kami punya aturan sendiri saat casting. Sewajarnya sebagai castinger, kami bukanlah orang yang "kemaruk" dengan hasil tangkapan. Udah itu saja.

makan bersama keluarga

Satu hari kami casting, muara satu ke muara yang lainnya kami dimanjakan dengan strike ikan Mangrovejack dan Kerapu muara. Hanya size tertentu saja yang kami bawa untuk dikonsumsi, dan itu pun hanya secukupnya untuk makan malam bersama keluarga Adam Boediman. Tak terasa hari sudah mulai petang, kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah mertua Adam Boediman untuk menginap semalam. Dengan hasil pancingan yang kami bawa pulang, kami segera membersihkan ikan lalu istri Adam Boediman mengolahnya untuk makan malam bersama. Saya merasa bahagia sekali bisa menjadi bagian dari keluarga Adam. Thanks for your family Adams…***duo cungkring by lilik gusnanta &adam budiman.

 

Comments

comments

Comments are closed.