Mancing Ikan Sepat

Sekali angkat dua ekor - Copy

Bag iRekan-rekan pancinger yang tida k terikat pada suatu paham, aliran (isme),  atau disiplin ilmu memancing yang banyak kita geluti akhir-akhir ini. Ada baiknya kita mencoba untuk memancing berbagai ikan tatkala musim / cuaca belum bersahabat. Pasca penghujan sejak bulan Oktober tahun silam, parit, selokan, rawa, danau, dan areal persawahan usai musim tanam yang secara otomatis dan alamiah telah banyak digenangi  air dan banyak dihun I oleh berbagai biota air tawar baik  flora maupun fauna. Satu di antaranya adalah ikan sepat rawa yang hidup di air tawar (fresh water) dan banyak bersilewaran dan simpang siur mencari makan serta melindungi telurnya yang telah mereka letak kan dengan pertanda ada buih / busa yang mereka bua tsebagai sarang untuk pemijahan.

Ikan sepat sawah (Trichopodus Trichopterus) ada berbagai macam jenisnya diantaranya adalah “sepat siam” yang berwarna agak kebiruanyang dapat besar selebar tiga jar ihingga empat jari orang dewasa, sepat jawa, sepat ronggeng, sepat mutiara warna kemerahan, dan “sepat sawah” atau “Si Tompel”, merujuk pada tanda yang ada di badannya yang banyak hidup hampir di seluruh perairan Nusantara. Ikan “sepat” termasuk dalam golongan “Trichogaster”, masuk pada sukugurami (Osphronemidae). Ikan ini sangat popular untuk dikonsumsi sebagai teman makan nasi dalam bentuk ikan sepat asin atau ikan yang langsung digoreng usai hasil perburuan.

Lokasi pemancingan - Copy

Pada akhir-akhir ini saat musim /cuaca masih belum bersahabat, untuk melaut atau mancing di tepi laut atau di tambak, bahkan mancing yang bernuansa wisata ke muara-muara sungai, nampaknya harus kita perhitungkan dengan cermat. Mengingat hujan turun kadang sulit diprediksi, tidak ada salahnya mari kita mancing ikan sepat di sekitar danau atau resapan air yang ada di sekitar perumahan kita. Mungkin Kita telah bosan dengan perolehan ikan-ikan mujair, kita telah sering dengan hasil buruan berupa ikan-ikanbetik/betok, ataukitakerap kali memperolehikangabusdenganpolamancing “casting” denganpiranti yang cukup “prestise” untuk kalangan pemancing pemula.

Hari Minggu di penghujung bulan Januari 2016, beberapa Rekan mania mancing mencoba untuk mengkhususkan mancing ikan sepat, mengingat beberapa waktu yang lalu ketika mancing mujair, kerap kali mendapat ikan sepat, sekali pun umpan tersebut menggunakan lumut. Menurut pengamatan seorang Rekan Mania yang memeliharaikan di dalam “akuarium” di dalam tempat tersebut terdapat ikan mujair dan ikan sepat, apabila “Sang Mujair” sedang bersantap, lari menghindar terbirit-birit ketika datang  “Si Tompel” merebut hidangan tersebut. Ternyata “Si Tompel” lebih perkasa, menang,  lincah, dan lebih “agresive” dalam pertarungan dan perebutan.

Siap diberi bumbu - Copy

Siap diberi bumbu

Tidak sulit untuk mancing ikan sepat atau “Si Tompel”, kata kuncinya adalah; satu, yaknI mata kail yang kita pakai harus kecil kurang lebih pada bentangan 1,5 mili meter apa bila kita memakai pegangan numeric ya … nomor 0,5. Ini relative tergantung pada pabrikannya dalam memberikan nomor produk tersebut. Dua .., tidak hanya itu, upayakan kita menggunakan kenur /senar berdiameter 0,08 – 0,10 mm.

Ikan-ikan sepat ini cukup agresif dalam menyantap umpan yang kita ceburkan, dalam waktu relative singkat pelampung kita akan memberikan sinyal, bergerak keatas kebawah pertanda bahwa “Si Tompel” sedang menyantap umpan yang kita berikan.  Haaap …, ikan tersangkut di kail kita, seekor demi seekor kita masukkan kedalam korang, terkadang beberapa kali naik dua (2) ekor karena dalam rangkaian tersebut kita pasang 2 mata kail. Patut dicatat .., jangan lupa umpan yang kita pergunakan adalah “kroto ata uulat” yang ada di dalam buah blimbing dan buah jambu air.

Dalam waktu relative singkat, khusus ikan sepat telah menjadi penghuni korang Kita dan Anda akan menjadi tontonan di antara Rekan-rekan pemancing yang lain, ikan mujair hanya naik satu (1) ekor, ikan sepat 27 ekor. Durasi waktu dari pukul sembilan (9) lebih sedikit hingga saat adzan Dzuhur.  Anda penasaran? Sensasi ini patut kita coba! Salam strike.***Subagyo Slamet

 

Comments

comments

Comments are closed.