Berburu GT Mama Sampai ke “Ujung Dunia”

Adhek Amerta Foto dok adhek Amerta

Adhek Amerta Foto dok adhek Amerta

Pernakah anda mendapat ikan GT Mama atau ikan Giant Trevally (kuwe) 35 kg up? Jika anda pernah “menimang” ikan ini, maka anda termasuk pancinger yang beruntung bahkan kami katakan pancinger gladiator tangguh. Mengapa? Karena ikan GT Mama terkenal memiliki tenaga bagaikan seekor byson yang mengamuk saat terpancing, atau pertarungan antara pancinger dengan GT Mama ini persis seorang matador yang tertantang untuk menaklukan banteng raksasa. Karena tenaga dan tingkat kesulitannya yang tinggi saat menaklukan GT Mama. Tetapi justru banyak pancinger tergila-gila untuk memburunya hingga  ke“ujung dunia”.

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang luas dari Kota Sabang (Aceh) hingga Merauke (Papua) yang berjajar pulau-pulau besar dan kecil dengan jumlah yang amat banyak. Dimana setiap pulau mempunyai keunikan dan keindahan tersendiri, itulah pesona pulau Indonesia yang tiada tara pemberian Sang Maha Pencipta, sungguh menakjubkan dan dahsyat karya-Nya. Adalah tugas setiap insan juga para pancinger untuk melestarikan demi anak, cucu, cicit….. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia maka Indonesia  menjadi “surga” bagi pecinta mancing. Banyak ikan-ikan yang tergolong  sportfishing tumbuh dan berkembang di negeri ini. Salah satu ikan yang ternyata menjadi idola pancinger dunia yaitu ikan giant trevally (GT)  banyak di jumpai di perairan Indonesia. Meski banyak di jumpai nelayan namun ikan yang memiliki nama lokal ikan kuwe, bobara, gerapoh ini, kenyataannya masih banyak yang belum  mengetahui dan menyadari bahwa setiap pancinger sejati ingin menaklukkan  tenaga ikan ini, yang bisa mendatangkan dollar bagi banyak orang, Plus dagingnya jg mahal.

dok.adhek amerta

gt mama foto dok adhek amerta

Seiring dengan perkembangan dunia mancing di tanah air, ada interaksi dan informasi terhadap pancinger manca negara,  maka banyak pancinger Indonesia yang tertarik menikmati tenaga ikan GT tanpa harus membawa pulang ikannya. Dampak positifnya yaitu banyak pancinger yang menjadi “matador-matador” baru untuk memburu GT. Alat pancing untuk popping pun langsung melejit bagaikan naik roket sehingga para pengusaha alat pancing menuai hasil dari ikan GT.   Nah itulah fenomena yang terjadi dari seekor ikan yang bernama GT.

Lalu sebenarnya siapa yang pertama kali menularkan “virus” kenikmatan memburu ikan GT Mama di Indonesia? Pertanyaan ini sulit sekali di jawab karena history memancing bukan seperti sejarah panjang negeri yang semua orang mengetahui. Kami di sini hanya melihat sepak terjang para pancinger kita yang banyak mendapat GT Mama.

Pada tahun 1990-an tatkala belum banyak pancinger mengenal mancing popping memburu ikan GT, seorang maestro mancing, Adhek Amerta, dari Bali, lebih awal “mencicipi” kenikmatan racun duel dengan GT Mama. Anehnya lagi, kisah pertarungan satu lawan satu dengan GT mama justru terkenal di Jepang. Cerita keperkasaan Adhek melawan GT Mama membuat pancinger negeri matahari terbit ini ngences untuk ikutan menikmatinya.

 

Kisah heroik Adhek Amerta menaklukan GT mama  di daerah Bali dan Pulau Komodo ternyata membawa berkah tersendiri baginya. Semenjak itulah dirinya banyak menerima tamunya yang datang silih berganti dari berbagai negara dan wilayah Indonesia hanya untuk “sekedar” bisa menaklukan GT Mama. Yang terkenal di sini bukan hanya pancinger dan pemandu saja, namun lokasi GT mama seperti Bali dan Komodo menjadi peta wisata dunia fishing destinasi. Ironisnya justru fishing destinasi tidak banya diketahui orang-orang pemerintah yang memiliki kekuasaan dan wilayah secara real.

Selain Adhek sebenarnya banyak pancinger lain yang berperan penting dalam kisah perburuan ikan-ikan GT mama di negeri ini banyak nama yang sungkan namanya di sebut dalam media.

Bola salju perburuan  GT Mama terus berguling di kalangan pancinger dan setiap tahunnya semakin besar dan  semakin “menggila”. Banyak pancinger terus memburu dan terobsesi untuk bisa menaklukan GT Mama, hal ini akibat dari informasi global yang masuk via internet. Apalagi sekarang ini akses internet begitu mudah dan sangat dekat di setiap orang, sehingga segala up load mengenai GT Mama pasti terjadi interaksi yang membuat pancinger tertarik padanya. Dampak positifnya adalah perburuan GT Mama pun berlanjut. Bahkan sekarang ini banyak pancinger yang mengeksplore wilayah Indonesia yang tidak pernah dirambah manusia sebelumnya jadi sebuah petualangan untuk mendapat GT Mama.  Para pancinger bagaikan Columbus mangarungi samudera bahkan menemukan spot pulau terpencil di“ujung dunia” di wilayah Indonesia hanya demi menimang GT Mama. Nah itulah fenomena nyata dari GT Mama.***Marcus widhi nugroho

Comments

comments

Comments are closed.