Extreme Fishing Berburu Escolar di Alor

Kapten Ndank susandy dengan Pak Wanto

Keinginan untuk mengulang kembali rekor muri yang pernah dipecahkan pada tahun 2014 yaitu mendapat 48 ekor ikan escolar di gunung laut /sea mount reef Flores, maka tim Profesional Angler dengan pemancing yang terdiri dari Wanto, Mr. Saxon, Miss Saxon, Nordon, Ricky dan Marcus W Nugroho kembali ke Alor dan Laut Flores pada tanggal 10 April – 16 April 2016. Dalam trip kali ini kami mengajak tim Mancing Mania Trans 7 dengan host Dudit Widodo.

Spot gunung laut (SMR) posisinya berada di dekat pulau Flores bagian arah Timur Laut. Konon SMR ini ditemukan oleh Kapten Ndank secara tidak sengaja ketika mau melakukan eksplore mendekati pulau  Flores, tiba-tiba mereka menemukan struktur dasar laut dari ribuan meter tiba-tiba naik hingga 100 – 150 m. Kemudian Kapten Ndank memploting lokasi gunung laut dalam sebuah gps kemudian ia mencoba berlabuh di titik puncak tertinggi di kedalaman 100 meter. Lalu tim Kapten Ndank mencoba mancing dan hasilnya luar biasa bagusnya dan SMR ini menjadi salah satu spot andalan.

 

SMR   hanya bisa dilihat melalui fish finder ketika kapal sudah diatasnya. Dari topografi dasar laut  terlihat bagaimana terjadi up welling atau arus naik membawa plankton ke atas sehingga di sekitar SMR terdapat banyak ikan.

Marcus dari Berita Mancing dan Pak Ricky Dinasty

Adanya gunung di bawah laut memang tidak terlihat dari permukaan namun sebenarnya bisa dilihat dari tanda alam yang ada. Tanda alam itu adalah banyaknya burung berterbangan menyambar ikan kecil di sekitar gunung laut.  Banyak ikan kecil di permukaan laut itu dikarenakan terjadinya up welling atau arus laut  naik keatas karena tertahan dinding gunung laut.

Naiknya arus itulah yang membawa plankton yang menjadi makanan ikan-ikan kecil. Sebagai mana rantai makanan ikan kecil menjadi santapan ikan besar. Banyaknya ikan kecil di permukaan air mengundang burung-burung berdatangan untuk menyambar dan memakan ikan kecil di permukaan.  Tanda inilah yang terjadi sehingga SMR itu ditemukan oleh kapten Ndank Susandy dan menjadi spot andalan untuk memburu escolar.

Tidur Siang Untuk  Pertempuran Malam

Dari Pulau Lapang ke lokasi Gunung laut SMR bisa tempuh selama 4 jam mengarah ke Pulau Flores. Di dalam perjalanan itu Pak Ricky dan kru kapal mempersiapkan rangkaian khusus untuk mancing ikan escolar. Rangkaian dasar ekstreme fishing itu terdiri dari rangkaian lingara yang di sambung oleh sling kawat ke pancing. Pemakaian sling ke pancingan untuk mengatasi gigitan ikan escolar yang terkenal memiliki kekuatan memutus lider mono.

Suasana serunya pertempuran dengan escolar pada malam hari

Suasana serunya pertempuran dengan escolar pada malam hari

Setelah semua rangkaian ekstreme mancing selesai maka para kru terlihat santai dan beberapa orang memilih untuk istirahat tidur. “Mancing ikan escolar adalah mancing malam hari, jadi semua kru kapal dan angler kami sarankan untuk tidur memulihkan tenaga untuk pertempuran di malam hari,” kata Pak Wanto memberitahu kepada kru Mancing Mania Trans 7. Mendapat penjelasan itu maka pada siang menuju ke perjalanan ke gunung laut kami semua tidur untuk menghadapi mancing malam hari.

Pertempuran Di Malam hari

Usai makan sore hari kami semua kerja untuk mancing ikan escolar. Pak Ricky, Pak Wanto dan Pak Dudit Widodo menempati dek belakang kapal. Sementara kru kapal Km Natalia memilih menempati di depan kapal.

Malam makin larut, tiba-tiba joran milik Pak Wanto mengangguk-angguk pelan. “Lihat Escolar mulai menyerang..! Joran mengangguk pelan salah satu ciri khas escolar yang memakan umpan secara di kulum-kulum pelan. Bentar lagi dia akan menarik keras,” kata Pak Wanto waspada.

Benar saja tiba-tiba joran mengangguk kuat disertai deritan reel. Seketika Pak Wanto langsung menghentak agar bisa hook up secara sempurna. Kini Pak Wanto pun bertarung mati-matian dengan ikan escolar. Dalam beberapa menit ikan escolar  tiba dipermukaan dan saat ganco tertancap ikan mengamuk berontak tiada henti sehingga membuat tukang ganco hamper kewalahan.

Belum usai amukan escolar di dek kapal, pertarungan berlanjut tiga escolar menyerang kami dalam waktu yang bersamaan. Triple strike..! Kami semua heboh dengan 3 pemancinga dibuat kalang kabut melawan ganasnya escolar. Saat bersamaan mereka menarik ikan sampai di atas. Waktu yang kritis adalah ketika saat mengganco escolar yang bobotnya di atas 45 kg. ikan mengamuk dan meronta sehingga sulit di ganco. Pada waktu tubuhnya kena ganco ikan semakin berontak dan saat sampai dek kapal ikan ngamuk membanting-banting ekornya. Kami semua menyingkir jauh. Setelah ikan lemes kami kembali menaikan ikan escolar yang ketiga dan ke empat. Kembali dek kapal berantakan dengan masuknya ikan escolar besar.

 

“Stop..! jangan ada yang mancing lagi. Kita benarin alat pancing supaya tidak ada yang terbelit kenur. Kalau sudah selesai baru kita mancing lagi,”kata Kapten Ndank memberi perintah agar kru kapal membereskan dek kapal sampai bersih dan pemancing membetulkan pancingan. Baru kali ini saya melihat seorang kapten dengan tegas memerintahkan pemancing agar berhenti memancing. Oke semua stop mancing sampai semua beres.

Tim Profesional Angler penakluk escolar

Setelah kondisi dek kapal clear dan bersih kami kembali memburu escolar. Kami bergantian menaklukan escolar. Sampai semalam suntuk kami mendapat 18 ikan escolar. Hasil itu kami anggap cukup. Meski tak bisa melampaui rekor tahun sebelumnya namun kami berhasil merekam bagaimana sulitnya mancing ikan escolar. Tidak mudah memancing ikan escolar karena diperlukan musim yang tepat, kapal memadai, lokasi yang tepat serta pemancing yang handal.***mrk -Marcus

 

 

 

Comments

comments

Comments are closed.