Lima Dasar Teknik Retrieve Dalam Casting

DSCN6608
Teknik retrieve (menggulung reel) adalah teknik pamungkas kita untuk memperdaya ikan agar mau memakan lure kita. Peran dari retrieve sangatlah besar, karena menurut pengalaman pribadi serta pengalaman angler lain yang saya baca di Forum serta Artikel, beda ikan beda pula teknik retrieve kita. Sebagai contoh, Kakap Putih yang tergolong ikan pemalas, maka retrieve yang digunakan adalah slow retrieve. Namun beda dengan Mangrove Jack (Ungar, Fung Cho, Mangar dll), dia akan lebih ganas mengejar lure apabila kita menggunakan teknik fast retrieve. Tapi tentu saja hal ini tidak mutlak harus begitu adanya, semua tergantung kondisi dan situasi.

Teknik retrieve yang umum digunakan yaitu,
1. Slow Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat (bawa busur tiap kali pergi casting.. J/K), ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Tergantung kondisi dan selera. Kemudian setelah lure di-cast, retrieve dengan santai, konstan. Feeling sangat diperlukan, jangan terlalu cepat, tp jg jangan terlalu lambat. Perbanyaklah latihan.
2. Fast Retrieve
Usahakan joran berada pada posisi 45 derajat. Ujung joran bisa dibawah, bisa juga diatas. Kemudian setelah lure di-cast, maka cepatlah menggulung reel. Tanpa henti dan konstan.
3. Reel in, stop and go
Teknik retrieve ini adalah kombinasi dari dua teknik yg telah disebutkan diatas. Keseluruhan posisi joran sama akan tetapi reel diputar, terkadang fast atau juga slow. Kemudian berhenti sejenak. Hentakkan joran secara halus (twitching), seakan2 lure yang kita pakai sedang dalam keadaan sekarat. Kemudian retrieve lagi. Begitu seterusnya.
4. Chugger/Spalsh
Selanjutnya adalah teknik retrieve yang biasa digunakan ketika kita menggunakan mini popper, khususnya tipe chugger. Setelah lure sampai di air, tunggu sejenak agar lure seimbang. Kemudian gulung reel sampai tali mengencang, berhenti menggulung dan hentakkan joran dengan cepat dan bertenaga, bisa slow chugger/splash kemudian gulung lagi, berhenti, dan hentakkan lagi. Begitu seterusnya. Semakin banyak gelembung air, maka semakin bagus dan ikan akan semakin marah.
5. Walk The Dog
Untuk yang terakhir, teknik WTD (Walk The Dog), untuk yang penasaran kenapa dinamakan Walk The Dog, Pernahkah anda melihat seekor anjing yang diajak jalan2 oleh Tuannya menggunakan tali pandu? Nah, seperti itulah gerakan lure (dalam hal ini biasanya pencil dan stickbait) yang di-retrieve dengan teknik WTD. Lure akan bergerak ke kiri dan ke kanan secara beraturan. Kira2 begitulah ilustrasinya. Teknik ini sangat dibutuhkan konsentrasi, sebab jika pencil/stickbait salah retrieve maka akan jelek atau tidak menyerupai WTD. Seperti biasa, Joran anda letakkan pada posisi 45 derajat. Dalam teknik WTD, joran wajib barada di bawah (menyilang kaki anda). Gunakan teknik slow retrieve yang sudah di jelaskan diatas. Ingat, putaran konstan. Jika sudah merasa stabil dalam hal putaran, sekarang twitch (kedut) secara halus tapi spontan. Jangan bertenaga tapi juga jangan terlalu lemas (gunakan kekuatan pergelangan tangan). Intinya, teknik ini me-retrieve lure secara konstan sembari men-twitch ujung joran beraturan dan bukan sporadis.

kesimpulan dari ini semua adalah ketika praktek di lapangan bisa menjadi sangat berbeda. Variasi retrieve akan sangat dibutuhkan untuk memperdaya ikan, maka perbanyaklah teknik retrieve. Dan juga, siapa tahu anda akan menemukan teknik retrieve terbaru dan ampuh dalam memperdaya ikan. Tight Lines and Keep Striiike..!!

Comments

comments

Comments are closed.