Menjelajah Fishing Spot Pulau Komoda

pose foto di bandara komodo lbuan bajo

Dari kantor Berita Mancing pagi itu kami meninggalkan hiruk pikuk kota Jakaarta untuk menuju menjelajah spot purba negeri jurasic park, kawasan Taman Nasional Komodo. Indonesia tentunya harus bangga bahwa ada spesies jaman purba komodo. Tertarik untuk mengetahaui sisa alam dan hewan purba itulah kami ingin melihaat langsung seperti apa perairan Komodo dan sekitarnya. Rute jalan-jalan saya adalah Jakarta, Bali dan Komodo.
Saat pesawat terbang rendah untuk mendarat di Labuan Bajo, Flores, NTT, saat mataku mengintip indahnya gugusan kepulauan Flores dan Komodo. Gunung-gunung yang menghijau bak permadani, sementara lautnya biru. Hati berdesir kencang untuk segera sampai di Labuan Bajo.

 
Pesawat pun mendarat dengan sempurna di bandara Labuan Bajo. Saya mulai turun bersama para penumpang yang hamper 50 % adalah turis asing. Lalu saya turun dan saat melewati sebuah patung komodo yang merupakan symbol dari wisata utama ke pulau Komodo dan Labuan bajo.

IMG_2422

Setelah sampai di bandara Komodo Labuan Bajo, ada petugas hotel yang menyembut kami. “Pak Markus dari Berita Mancing?” Tanya kepadaku. “Betul, bapak dari prima Hotel?” jawab saya sambil balik bertanya. “selamat datang di Labuan bajo. Selamat berpetualang di pulau peninggalan masa purba,” kata penjemput kami sangat ramah.
Labuan Bajo adalah merupakan gerbang utama untuk menjelajah lokasi-losi pulau-pulau masa lalu. Letak geografis Labuan bajo adalah teluk dan pegunungaan. Kota Labuan bajo sangat unik dan menjadi persinggahan para penggemar sailing di seluruh dunia. Lantaran menjadi persinggahan para sailor dan penjelajah laut, maka Kota Labuan bajo banyak sekali turis asing dari berbagai belahan dunia.

IMG_2711
Banyaknya turis asing makanya banyak tumbuh hotel, home stay, restoran dan café. Untuk hotel ada banyak pilihan harga mulai 200 ribu hinggaa 3 juta per hari. Untuk kenyamaan saya memilih hotel prima yang berada di depan teluk Labuan Bajo.
Dari kamar hotel saya melihat cantiknya alam Ciptaaan Tuhan. Laut nan biru, ikan meruah tanpa banyak yang mengganggu. Nelayan jukung kecil tak jauh melaut jukung sudah penuh ikan. “Ini bener lokasi yang luaar biasa indahnya.
Setelah sampai di hotel lalu saya segera mandi di kolam renang tepi pantai untuk melepaskan lelah setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta. Usai mandi saya buru-buru untuk pergi menjelaajah kota Labuan bajo. Sy harus mengetahui seperti apa kota ini yang menjadi pintu masuk petualangan di pulau rinca yng ada komodonyaa.
Sepanjang jalan banyak kafe yang nongkrong orang-orang bule. Konon ceritanya turis asing sekarang tahu bahwaaa ada lokasi wisata dunia dekat selain bali. Makanya para turis di pulau Bali hanya untuk transit lalu sebagian memilih menyepi di pulau2 ntt.

IMG_2567
Di pelababuhan terdapat banyak kapal Vinisi yaitu kapal2 layar dari belahan dunia. Di bawah dermagaa banyak ikan berseliweraan tanpa banyak di ganggu manusiaa. Seementara di jalan dermaaga banayak penduduk local yang menjual souvenir macam komodo dan kain tenun tradisional. Saya tertarik kain tenun tradisional yg di juaal sekitar 150 ribu.
Setelah puas jalan2 di Labuan Bajo kaami kembali ke hotel untuk menikmati indahnya malam. Keesokaan harinya merupakaan petualangaan menjelajah lautan smbil sailing dan mancing.

Penjelajah di hari pertama ini saya bukan hanya kagum terhadap lautnya namun semuanya indah. Sambil memukan mata memandang keindahan gugusan pulu Komodo, Saya dengaan kawanku Tony terus bercanda tawa tiada hentinya.Sembari menunggu ke titik spot juga kamera saya terus bekerja menjepret apa saja.. akan aku urai satu persatu hasil foto2 saya semogaa berguna dan menyambung cerita. Ini
Hari berikutnya kami mancing jigging mendapat banyak ikan. Hemmm sedap deh mancing di komodo.

Comments

comments

Comments are closed.