Sulaiman Tamin Penakluk Marlin Raksasa

Sulaiman Tamin
Ketika kami ke pemancing ikan Patin Tambok Labu, Jakarta Selatan, kami bertemu seorang legenda mancing di tanah air yaitu Sulaiman Tamin. Sulaiman adalah pemancing yang mendapat marlin raksasa yaitu marlin berbobot ebih dari 1000 lbs di turnamen Lexus Big game Fishing Tournament pada tahun 1995. Pertemuan kami di pemancingan Tambok labu dengan Sulaiman seperti mengungkap kembali kiprah beliau.

 
Turnamen Lexus adalah turnamen international yang hanya memancing ikan marlin saja. Turnamen ini diikuti oleh pemancing dari berbagai dunia. Sulaiman dan Bobby Halim sebagai wakil Indonesia mengikuti turnamen dan mencatat sejarah yang mengagumkan sebagai penakluk marlin raksasa. Dalam tahun berikut di tahun 1997 ia kembali mengikuti turnamen Lexus dan behasil menjadi juara kedua setelah merilis 5 marlin. Juara pertama juga berhasil merilis 5 marlin namun tim Pak Sulaiman hanya kalah waktu saja.

 
Ia kini tenaganya tidak sekuat sewaktu masih muda. Meski usianya yang sudah memasuki 74 tahun ia nampak bersemangat memancing ikan predator di kolam semacam patin. Sesekali ia dan kawannya mancing ke Kuala Rumpin Malaysia untuk memancing ikan sailfish.

DSCN6251
Sulaiman tamin dilahirkan di Pematang Siantar. Waktu kecil sudah memancing di sungai dan kemudian kelaut. Hobynya terus digeluti hingga dirinya sampai mancing keleiling dari sumatera hingga papua telah didatanginya. Ia juga terus memancing di kawasan asia dan selanjutnya banyak mendatangi spot mancing di luar negeri seperti di amerika, Mexico, Eropa dan Australia.

 
Senioritas dan luasnya pengalaman itu dia tunjukan di dalam teknik yang dikuasai. Segala turnamen di laut di Indonesia selalu ia ikut untuk menambah pertemanan di hobi memancingnya. Mulai tahun 1993 saat 1th Indonesia Billfish Tournament di Ujungkulon yang kala itu pertama kali diterapkan aturan IGFA. Dan sebagai juri adalah Ian Miller dan christoper Hal pemancing kenamaan di dunia berasal dari Australia.

 
Sulaiam tamin adalah seorang legenda pemancing di tanah air. Saking cintanya terhadap mancing ia kawan-kawannya mendirikan Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia (Formasi). Dalam pasang surut perkembangan Formasi, Sulaiman tetap menjadi pengurus Formasi.

 
Kemudian ia menjadi refresentatif IGFA (International Game Fishies Assosiation) untuk Indonesia. dalam sejarah mancing di Indonesia tercatat 4 pemancing yang menjadi Ref IGFA yaitu Yan Darmaji yang merupakan Ref pertama di Indonesia. Kemudian ref IGFA Pudjo Basuki (kakak kandung dari Pudjo atmaji pemancing semarang yang terkenal saat kini). Ref IGFA selanjuntya adalah Yahuda Tirtadihardja dan Frans E Van Druten.***

Comments

comments

Comments are closed.