Taklukan Toman Monster di Waduk Koto Panjang Riau

COVER 58 Unisal berhasil taklukan monster toman  - Copy

Unisal berhasil taklukan monster toman

Aku menari jingkrak-jingkrak diatas boat tatkala berhasil menaikkan toman monster. Demikian juga kawanku Wahyu, Irwan dan boatman ikut-ikutan menari riang sehingga boat sampan yang kami naik pun ikut menari oleng kiri kanan. Aku bisaaa… !!! aku berhasil …!!! teriak saya kencang kencang sehingga memecahkan kesunyian danau Koto panjang Riau.
Usai menari kami ambil minuman segar dalam cool box, lalu menghisap sebatang rokok, hemm indah banget dunia ini. “8 kg om,” kata Abbit boatman menimbang ikan. Wooww, ini adalah prestasi dan rekor pribadi saya. Entahlah pancinger lain, yang jelas saat ini saya bahagia ketika berhasil mencatat rekor pribadi. Sungguh keberhasilan saya jelas menambah percaya diri saya dalam hal memancing casting yang memang belum lama saya geluti.
Saya merasakan sendiri bagaimana ikan toman terkenal memiliki tenaga yang sangat kuat tatkala membetot pancingan. Ikan itu terus menerus menarik umpan saya. Saya harus bertarung mati-matian, dan nampaknya toman itu kuat banget menarik umpan. Aku hanya bisa menahan joran dengan gemetaran. Aku tak perhatiin apa yang dikata Wahyu, Irwan dan abbit yang aku tahu hanya menahan joran dan mengerem laju kenur di reel bc dengan menggunakan jempol. Hemm sampai panas ni jempol.

Wahyu Sudiyanto dengan toman Kota Panjangn

Wahyu Sudiyanto dengan toman Kota Panjang

Toman semakin merasuk ke dasar waduk yang banyak batang pohon. Celaka dua belas…, benar saja toman itu merasuk ke dalam batang pohon di dasar. Huukkkk susah saya tarik. “Nyangkuuuttt..” teriak abbit seolah memutuskan harapan saya.
Pupus sudah harapan untuk mendapatkan ikan toman besar. “Tetap tahan om… pelan-pelan tariknya agar kenur tidak melilit batang pohon di dasar,” kata Irwan memandu saya. Saya ikut saja guide fishing saya. saya yakin bahwa arahan guide fishing yang berpengalaman pasti yang terbaik untuk saya. “Ok.. saya coba tarik sendat-sendat pelan, biar toman tidak mendem di dasar,” kata saya. Saya yakin piranti joran dan reel saya bagus karena memang merk ternama.
Upaya saya tidak sia-sia, beberapa menit kemudian ada pergerakan di bawah air dan toman nampaknya sudah lemes dan mau saya tarik ke atas. Meski demikian tak semudah yang saya bayangkan. Ikan tetap tak mau naik mengikuti saya. “jangan menyerah om..!” kata Irwan memberi semangat kepada saya.
Hampir 15 menit lebih ikan tidk bisa di tarik keatas dan hanya bergerak pelan di bawah. Sampai pada saatnya saya merasakan kekuatan toman melemah lalu saya bisa memutar reel dan menggulung kenur. Dari sini saya yakin bisa memenangkan pertarungan. Pelan dan lambat saya menarik ikan.
Lima menit kemudian saya berhasil menggulung sampai setengah. Saya dan kawan-kawan mulai cemas dan gelisahagar segera memenangkan pertarungan. Benar saja, saat yang saya tunggu-tunggu. Woooww… saya sangat kaget luar biasa ternyata kepala ikan toman sangat besar nongol di depan boat. Irwan langsung menaikan ke dalam boat. Alhamdulliah.. besarnya ni ikan. Spontan saja saya menari girang menyambut kemenangan.
Inilah kisah kami mancing bersama Achmadi, Puji Astuti, Wahyu, Marcus Berita Mancing yang mana kami rela meninggalkan hiruk kota Jakarta pada pertengah Januari 2015 lalu melakukan ekspedisi berburu toman hingga ke pedalam Bukit Barisan Riau, tepatnya di Bendungan PLTA Koto Panjang. Sebagai guide fishing yang mengantar kami adalah Fajar Wiriadi, Irwan, dengan boat man Om Pen, Abbit Saputra dan Ujang.
Pada hari pertama eksplore, kegirangan kami semakin bertambah ketika kawanku Wahyu, Achmadi dan Puji astuti juga mendapatkan ikan-ikan toman. Team Puji astuti dan Marcus juga mendapat ikan toman. Sementara di hari pertama Achmadi kurang beruntung. Di hari kedua kami sempat mandi di sungai Arau besar. Di hari kedua ini kami main-main di sungai seperti anak kecil. Usai mandi disungai, Wahyu strike babon toman demikian juga dengan Achmadi, hemmm seru banget.

Puji berpose dengan toman

Puji berpose dengan toman

Keberhasilan tim kami mancing di Koto Panjang jelas menambah wawasan baru bagi saya yang masih pemula dalam soal mancing casting. Bro Fajar yang menjadi guide kami nampaknya tidak sungkan-sungkan membagi ilmu soal casting. Ia nampaknya memberikan wawasan casting dengan tehnik blind cast dan insight cast. Dalam hal ini saya menerapkan teknik insight cast yaitu menunggu toman mengambil nafas di permukaan kemudian barulah kita cast. Cara ini sangat efektif seperti seorang pemburu yang sedang mengincar mangsa yang lewat. Selain dua tehnik casting kami juga diajari tehnik dasar untuk toman, untuk itu simak tulisan kawan saya Marcus dalam rubrik Berita utama.
Ilmu yang dibagikan oleh Fajar bukan hanya soal mancing namun dia juga bersedia memberikan tehnik membongkar BC dan merawatnya. Duh senangnya ngetrip ke Riau, sudah strike ikan besar, strike ilmu dan bisa bersilahturahmi pada keluarga saya yang tinggal di Pekan Baru.***Usnisal Danim

Comments

comments

Comments are closed.