Jogya kukan kembali…

12687964_1553228361659402_4796466475267010454_n

Mbak Nunu Nugraha dan Listiana Adel > Jogya masih banyak hampala

Jogyakarta……begitu mendengarnya orang sudah tahu kalau Jogyakarta kota wisata yang sudah tidak asing lagi yang terkenal akan penduduknya yang ramah dan masyarakatnya yang peduli akan lingkungannya. Ini terbukti dari trip saya kali ini di kota Gudeg.
Minggu 7 Februari 2016, hujan di pagi hari yang mengguyur kota Solo dan sekitarnya, tidak menyurutkan semangat saya untuk melakukan perjalanan trip kali ini ke kota Jogya, saya berangkat dari Solo pukul 04.00 dini hari dan sampai di kota Gudeg pukul 06.00 pagi. Tidak berselang lama Om Dino Jogjangler dan istrinya Mbak Listiana Adel datang menjemput saya.

942808_1553226318326273_6933949609512414554_n

foto duluan sebelum uncal

 

12647022_1553230174992554_8702293344049775956_n

saya tertegun, kagum melihat sungai yang bersih dan masih terjaga ekosistemnya

Setelah beramah tamah sebentar karena baru pertama kali bertemu, maka kita langsung menuju ke spot sungai yang tidak begitu jauh dari Tugu Jogya, kira kira perjalanan 15 menit naik motor sampai juga ke spot 1 di sungai Winongo.
Begitu saya sampai di spot, saya tertegun, kagum melihat sungai yang bersih dan masih terjaga ekosistemnya, sehingga habitat ikan yang ada di sungai sungai di kota Jogya masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Semoga anak cucu kita kelak akan bisa merasakan begitu pentingnya lingkungan yg bersih dan terjaga seperti di kota Jogyakarta ini dan kota kota lain juga bisa meniru apa yang di lakukan masyarakat sekitar dengan cara menjaga kelestarian alam dengan melarang untuk mencari ikan dengan cara nyetrum, njaring, ngobat, nembak di sepanjang aliran sungai.

12651261_1553229538325951_229912368793248300_n

Listiana Adel

Jika nekat ketahuan maka akan di denda sebesar 2 milyar dan kurungan paling lama 10 tahun. Tanpa pikir lama lagi langsung aja kita lempar lure dan memainkannya untuk menggoda ikan Hampala. Dan tidak butuh waktu lama akhirnya mbak Listiana Adel mendapat sambaran dan langsung strike ikan hampala, ini sangat penting sekali untuk di abadikan karena untuk membuktikan bahwa sungai di sekitar Jogya masih ada habitat ikan hampala.
Saya dipaksa untuk foto dengan ikan hampala hasil tangkapan mbak Listiana tapi saya menolak dan saya hanya ikut nebeng aja foto bersama. Tidak berselang lama datang teman angler dari Jogya yang bernama Ian Van dan Endri Wirsa mengajak pindah ke spot berikutnya. Di spot yang ke 2 ini tepatnya di sungai Koteng, pemandangan sangat sejuk dan syahdu sekali. Banyak pepohonan rindang dan membikin saya betah untuk memainkan lure spon hand made yang di kasih om Dino. Saya mendapat sambaran dan mocel di sini, teman teman memberi semangat kepada saya untuk terus rajin uncal supaya strike hampala.

12715777_1553227898326115_4222244259425284002_n

Om Dino rajin castting

Spoon saya dikejar hampala sampai mendekati mata kaki saya. Luar biasa sekali ikan hampala ini tidak takut kepada kita sampai ngejar lure ke dekat kita uncal. Om Dino Jogjangler akhirnya bisa melanded kan hampala di spot ini. Hadehhhh tuan rumah ternyata yang beruntung semua, saya sudah merasa senang sekali meskipun cuma sambaran dan mocel saja.
Mas Ian mengajak pindah ke spot di atas aliran sungai ini dan menjanjikan lebih asyik lagi. Akhirnya kita pun pindah lagi dan melakukan perjalanan motor kira kira 10 menit sampai ke spot yang ada bendungan pintu airnya. Sebelum uncal kita istirahat dan minum es dawet yang ada di dekat daerah itu dulu sambil bercerita. Di rasa cukup maka dilanjut uncal lagi, tapi sayang hanya ada sambaran aja dan tidak lama hujan pun turun sehingga kita putuskan untuk berhenti dan berteduh. Setelah uncal di sungai maka perjalanan kita lanjutan ke Embung Tambakboyo memenuhi undangan dari Om Tho Papae Vta dan istrinya mbak Rina Lusia Wati untuk mampir ke rumahnya yang berada di atas embung, dan berharap bisa uncal disana.

12715480_1553229761659262_4831553846866181615_n

 

12670228_1553233174992254_2492612460712465776_n
Sepanjang perjalanan menuju Tambakboyo hujan turun sangat deras sehingga jalan jalan di ringroad banjir. Sesampainya di Embung Tambakboyo hujan masih turun dan membuat kita tidak bisa uncal, hanya bisa berteduh menunggu hujan reda dan berfoto aja di depan pintu air Tambakboyo. Akhirnya kita mampir ke rumah Om Tho dan beristirahat bercerita banyak hal di sana. Sungguh indah perjalanan trip saya kali ini, ijinkan saya lewat report ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Om Dino beserta mbak Listiana dan mas Ian, mas Endri yang sudah menemani saya dari pagi uncal terus dan kepada Om Tho beserta mbak Rina atas keramah tamahannya. Sampai di sini dulu cerita trip saya kali ini dan saya berjanji “ Jogyakarta aku khannn kembaliiiiiii “***mbak nunu nugraha

Comments

comments

Comments are closed.