Mancing Udang Galah Di Sungai Kampar Palelawan Riau

Rekreasi dengan mancing udang

Saya tinggal di tepi sungai Kampar Palelawan Riau. Saya paling senang mengajak anak dan keluarga untuk mancing udang. Sungai Kampar menjadi jalur ekonomi yang warga, selain untuk jalur transportasi air, sungai kampat menjadi hiburan tersendiri bagi warga di sekitatr itu yaitu hiburan memancing. Sepanjang alur sungai pasti banyak ditemi pemancing dan aneka macam ikan berhasil di pancingnya. Bagi saya untuk memancing yang paling saya sukai adalah mancing udang galah.

Ya mancing udang, mancingnya kalau kami di sungai Kampar pelalawan Riau tekhnik dasaran pakai joran kecil dan halus, timah yang ukuran sedang berat 2 ons. Biasanya kami pakai umpan cacing laut atau org sini sebut pumpun. Kalau enggak ada kami pakai cacing biasa.dan waktu musimnya setelah habis banjir sangat potensial.biasanya kami mancing bawa keluarga anak dan istri..hitung-hitung refresing keluarga.

Bagi kami sungai Kampar adalah tempat refresing yang murah meriah. Sejarah sungai Kampar pun melegenda hingga kini. Nah berikut ini sisipan cerita seputar sungai Kampar.

Sungai Kampar atau (Batang Kampar) merupakan sebuah sungai di Indonesia, berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatera Riau. Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Pertemuan ini berada pada kawasan Langgam (Kabupaten Pelalawan), dan setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka.

Udang hasil mancing di sungai Kampar

Sementara sekitar kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang yang mempunyai kapasitas 114 MW.
Aliran Sungai Kampar Kanan menelusuri Lima Puluh Kota dan Kampar, sedangkan aliran Sungai Kampar Kiri melewati Sijunjung, Kuantan Singingi dan Kampar, kemudian kedua aliran sungai tersebut berjumpa di Pelalawan.
Sungai Kampar Kanan bermata air dari Gunung Gadang, memiliki luas daerah tangkapan air 5.231 km². Alur utama semula mengalir ke utara kemudian berbelok ke timur, bertemu dengan anak sungai Batang Kapur Nan Gadang, mengalir dengan kemiringan sedang melalui lembah Batubersurat. Selanjutnya bertemu dengan anak sungai Batang Mahat, mengalir ke arah timur. Para penduduk didaerah Danau Bingkuang kerap melakukan penambangan batu dan pasir secara ilegal sehingga terjadi pengikisan tepian sungai .

12179994_978067455586535_1735225770_n
Sungai Kampar Kiri bermata air dari Gunung Ngalautinggi, Gunung Solokjanjang, Gunung Paninjauan Nan Elok, memiliki luas daerah tangkapan air 7.053 km². Dua anak sungai besar bernama Batang Sibayang dan Batang Singingi.
Semakin ke hilir, badan sungai dan volume airnya semakin membesar karena ditambah dengan berbagai anak sungai lainnya. Sungai ini dikenal dengan gelombang Bono-nya, yaitu gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.***Taslim Chaniago

Comments

comments

Comments are closed.