Casting at Pamanukan

RUBRIK BERITA UTAMA CASTING MALAM DI PAMANUKAN_ Pak Ugi senang dengan GT yang di taklukannya

Pak Ugi senang dengan GT yang di taklukannya

Bro, besok hari rabu ente ada jadwal keluar nggak? Tanya Pak Abas dengan nada bicara khasnya. Saya jawab tidak ada jadwal yang penting pak, mau kemana kita? Langsung saya jawab dengan pertanyaan lagi, karena saya sudah berfikir pasti ia akan mengajak saya mancing. Besok kita di undang oleh pak Ugi untuk casting di air Asin bro di daerah pamanukan. Sontak saya jadi bersemangat sekali, karena ini adalah ajakan mancing yang sudah saya tunggu tunggu, terkenal dengan populasi Giant Trevaly yang cukup banyak membuat pamanukan menjadi salah satu tempat memancing yang banyak di datangi oleh pancinger dari berbagai daerah. Dan tanpa berbasa basi saya langsung menjawab mau untuk undangan tersebut.
Muhamad Sugi atau yang akrab di panggil Pak Ugi oleh kawan kawan pancinger adalah seorang Senior dalam dunia mancing, terutama Salt water. Pengalamannya memancing di berbagai penjuru perairan di tanah air menjadikan ia salah satu pancinger yang cukup di kenal dikalangan pemancing, orang yang ramah, humoris dan sangat ber api api dalam setiap kegiatan yang berbau mancing, tapi ia tetap berada di bumi, artinya tidak sedikitpun ada kesombongan pada dirinya, saya sudah membuktikan hal tersebut. Pamanukan adalah salah satu spot untuk pak Ugi melepas sakaw saja, ia sering sekali memancing di sana meski Cuma sendirian saja, mungkin karena jaraknya juga tidak terlalu jauh dari jakarta.

RUBRIK BERITA UTAMA CASTING MALAM DI PAMANUKAN_ Sebagian Hasil Mancing yang kami bawa pulang

saya dan pak Ugi

menjelang sore kami tiba di Pamanukan langsung ke atas kapal untuk menuju ke spot rig, Di bagian depan dekat Anjungan kapal pak Ugi sudah siap dengan Shimano Stella 5000 di padu rod Custom 30lb dan line PE 5, menggunakan lure stickbait berukuran 11cm, pak Abas di posisi tengah atau lambung kapal dengan piranti yang kurang lebih sama dengan yang di gunakan oleh Pak Ugi.

Dengan sekuat tenaga pak Ugi melempar lure stick baitnya ke arah tiang tiang RIG tersebut, dan langsung menggoyang action geal geol (WTD) dari lure tersbut untuk menggoda sang predator. Belum lagi 1 meter umpan tersebut menari di permukaan air tiba tiba sebuah ledakan besar menghantam lure tersebut, hantaman yang begitu sporadis tersebut cukup membuat kaget sang pancinger, akan tetapi bukan pak Ugi namanya kalau harus panik ketika menghadapi perlawanan ikan, memang ikan terlihat begitu beringas memberikan perlawanan, kadang ia menusuk ke dalam, kadang menarik lurus ke dalam tiang tiang RIG, tapi pak Ugi dapat meladeninya agar ikan tetap pada posisi hooked up, namun sangat di sayangkan sekali ketika ikan sudah mendekat tiba tiba ia masuk ke kolong kapal, jelas terjadi pergesekan antara benang dan lambung kapal yang mengakibatkan line break atau putus,sontak kami berteriak tapi pak Ugi tetap santai saja, tenang masih banyak ikan.

Lalu saya dan pak Abas yang tercengang cengang melihat hal tersebut dan sedikit terlintas dalam benak, bagaimana jadinya kalau kita pakai reel Baitcasting ya..” but the show must go on, kami langsung mengambil posisi enak, pak Ugi dan Pak Abas tetap pada posisinya saya mengambil tempat di buritan kapal tepat di belakang kursi kapten komeng. Lalu lemparan demi lemparan pun kami lakukan, luar biasa sekali! Nyaris setiap lemparan yang kami lakukan ada saja ikan yang menyambarnya, saya yang casting menggunakan lure minow Shinking 9cm tiba tiba terkejut ketika umpan yang sedang saya gulung menjadi berat dan melawan begitu kerasnya, rupa rupanya terjadi strike yang lumayan telak, menggunakan shimano twinpower 5000, Pe 5 dan umpan minnow 9cm akhirnya saya menuntaskan pertarungan dengan ikan tersebut dengan durasi sekitar 15 menit. Dengan teriakan bahagia saya mengendorkan adrenalin yang berpacu hebat dalam darah saya, bahwasanya ini adalah Giant trevally pertama saya.

RUBRIK BERITA UTAMA CASTING MALAM DI PAMANUKAN_ Expresi unik dankhas pak abas ketika mendapatkan ikan

pak abas

Pak Abas yang seorang pancinger expert di Fresh water ternyata juga begitu di repotkan oleh brutalnya tarikan ikan Giant Trevally yang menyambar umpannya, meski ia sering mengkanvaskan ikan ikan tapah berukuran besar tapi tetap saja GT memang beda, meski akhirnya ia memang mengkanvaskannya, terlihat sekali ia masih takjub akan perlawanan ikan tersebut.
Dan pagi pun menjelang, kami berganti tehnik mancing dasaran, mencari ikan ikan dasar seperti kerapu, kuwe lilin, kuwe rambe, kuwe ebek dan lain lain, yang rupanya masih cukup luar biasa potensinya dan ikan pun memenuhi coolbox kami pertanda sudah waktunya kami pulang dengan segudang cerita tentang asiknya casting malam di Pamanukan. Dan terima kasih kepada pak Ugi dan pak Abas atas segala sesuatunya.

Comments

comments

Comments are closed.