Jelajah Spot Mancing Hutan Mangrove Ujung Kulon

Peserta Eksplore dari kiri ke kanan Wiwim Achmadi Yusuf Darmadji Moh Erwin Mang Jalo Adhi Fatah Zaenus Puji Astuti dan duduk Herman

Peserta Eksplore dari kiri ke kanan Wiwim Achmadi Yusuf Darmadji Moh Erwin Mang Jalo Adhi Fatah Zaenus Puji Astuti dan duduk Herman. Foto Marcus wn

Berniat mengulang sukses trip mancing yang kerap terjadi saat mancing di perairan Ujung kulon, Wiwim Kusworo, Achmadi, Jalo Adventure dan kawan kawan penggila olah raga mancing aliran Casting kembali membuat rencana trip panjang menjelang hari kemerdekaan Negara Indonesia, trip mancing sekaligus melakukan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Ujung Kulon.

Matahari sudah terang saat kami tiba di pelabuhan kapal di Ujung kulon, rupanya saya tertidur pulas dalam perjalanan, saat melihat jam rupanya sudah pukul 6 lewat, para awak kapal yang akan menemani kami sudah bersiap disisi dermaga, mereka menyambut kami dengan hangat lalu satu persatu mulai mengangkut barang barang dan logistik yang kami bawa dari jakarta naik ke kapal, sementara kami mengisi perut alias sarapan nasi uduk yang sudah disiapkan oleh pak Miskandi, seorang Jagawana dan Guide yang selalu menjadi pengawal dalam trip trip mancing di lokasi ini.

Peserta Eksplore dari kiri ke kanan Wiwim Achmadi Yusuf Darmadji Moh Erwin Mang Jalo Adhi Fatah Zaenus Puji Astuti dan duduk Herman

Upacara di atas Jukung

Di kapal yang mengantar kami ke tengah, kami mulai persiapkan dan merangkai piranti mancing, seperti yang direncanakan di awal, trip ini adalah full casting, dan piranti casting kelas medium yang kami gunakan tentunya, selain lebih ringan saat di gunakan, sensasi saat fight dengan ikan berukuran kecil pun jadi rasanya lebih nikmat.
Hari pertama mancing kami berangkat dalam formasi 5 perahu, saya dengan ibu Puji, Pak Wiem dengan Pak Achmadi, Pak Darmadi dengan pak Yusuf, Mang Jalo dengan pak Herman, Pak Erwin dengan Zainus. Kami semua segera menuju muara terdekat karena air mulai surut keluar, dan biasanya saat itulah ikan sedang galak galaknya, perahu saya dan perahu mang Jalo masuk ke muara sisi kanan, sedangkan perahu Pak Wim dan perahu Pak Darmadi muara sebelah kiri, rupanya Zainus dan Pak Erwin lebih memilih bermain di mulut muara dan tepian pantai berkarang.

Mangrove jack yang dipancing ibu Puji

Mangrove jack yang dipancing ibu Puji

Bersama seorang lady Angler yang kenyang keluar masuk spot spot liar di penjuru nusantara menjadikan sebuah kehormatan buat saya mengabadikan gambar gambar ibu Pujiastuti ini, beliau ambil posisi di bagian depan kapal dan dengan semangat terus melempar umpan menembus rerimbunan pohon bakau yang menjulur ke sisi sisi sungai, dengan tanpa terlihat lelah dan berputus asa, setidaknya pada 2 jam pertama. Lemparan lure yang lumayan terjaga akurasinya membuahkan hasil yang tidak mengecewakan, seekor ikan sumpit besar (archer fish )menghantam umpan stickbait yang berlenggak lenggok di antara akar tanaman bakau, dengan sigap ibu Puji sedikti menggentak jorannya, laluu hooked up. Tanpa perlawanan yang berarti sang archer fish selebar telapak tangan orang dewasa berhasil di ajak poto bersama dengan ibu Puji. Lalu ikan kami release ke habitatnya.

mang jalo tersenyum riang setelah mendapat mangrove jack

mang jalo tersenyum riang setelah mendapat mangrove jack

Sekitar 15 meter di depan perahu kami tampak Pak Herman sedang melayani fight dari seekor ikan predator muara, terlihat joran berkekuatan 10-20lbs melengkung saat ikan menusuk kedalam air, namun dengan kemampuan dan pengalaman yang cukup pak herman dapat menuntaskan perlawanan seekor mangrove jack berukuran sedang dengan sempurna dan membuat bossnya menjadi tukang Poto. Kami pun terus masuk lebih dalam lagi sambil terus melempar umpan pilihan, namun ikan rupanya belum tertarik untuk makan lagi, sampai akhirnya Bu Puji kehabisan tenaga dan memilih untuk tidur di atas perahu, tampaknya ia tidak tidur sama sekali selama perjalanan dari jakarta malam tadi, akhirnya kami memutuskan kembali ke kapal untuk makan siang bersama seluruh peserta mancing.

Zaenus tersenyum riang setelah mendapat gt

Zaenus tersenyum riang setelah mendapat gt

Suasana makan siang begitu ramai dan seru, rupanya seluruh pemancing hari ini merasakan lelah yang luar biasa sehingga hasil mancingnya pun belum maksimal. Perjalanan jauh di malam hari benar benar menguras tenaga kami, terutama yang tidak tidur sama sekali dalam perjalanan. Banyak yang kehilangan konsentrasi saat mancing sehingga sering kali umpan mereka malah hinggap di pohon dan dahan bakau. Istirahat makan siang ini di maksimalkan dengan tidur selama satu setengah jam sambil menunggu terik matahari berkurang, lalu mulai mancing lagi.

DSCN6993

Alam nan asri di hutan bakau Ujung kulon

Menjelang sore kami lanjutkan olah raga mancing ini tapi target berubah, kami tidak lagi masuk ke muara tapi akan memancing di luar, memutari pulau pulau kecil yang banyak terdapat batu karang mandi. Formasi masih belum berubah seperti pagi tadi, saya dan ibu Puji memutari pulau terdekat saja, karena sudah sore dan memang hari ini kami memilih santai dulu sehingga esok bisa maksimal. Di belakang pulau tempat kami akan bermalam hari ini ada gugusan karang yang cukup bagus dan potensial di huni oleh predator laut seperti ikan kuwe, hiu dan lain lain, disinilah kami mulai bombardir umpan kami. Saya menggunakan popper dengan bobot 30gram untuk menggoda ikan yang berada di spot ini, sedangkan ibu Puji menggunakan minnow singking short lip. Lemparan pertama saya begitu beruntung, sepersekian detik saat popper menyentuh air langsung terjadi ledakan dahsyat, seekor ikan kuwe langsung menyambar umpan secara sporadis, saya pun langsung menggentak joran kuat kuat agar hook menancap sempurna lalu dengan sedikit kewalahan coba saya ladeni perlawanan ikan tersebut.

DSCN6937

makan bersama setelah casting mengeliling hutan rimba mangrove

Menggunakan joran berkekuatan 6-12lb dan reel bait casting pertarungan ini menjadi begitu indah dan menyenangkan, saya terus mencoba menggiring ikan tersebut keluar dari gugusan karang agar tidak terjadi gesekan antara line dan karang, sehingga akhirnya ikan pun berenang keluar menuju perairan. Saat itulah kemenangan bagi saya, dengan sabar saya coba melayani perlawanan sampai akhirnya ikan menyerah. Seekor ikan Kuwe seberat 2kg menjadi perolehan saya saat itu. Hal yang sama juga terjadi pada ibu Puji, setelah mengganti umpan dengan popper yang sama seperti saya gunakan ia mendapat sebuah kejutan luar biasa, seekor kerapu macan besar menghantam telak dan di paksa menyerah oleh tangan dingin sang lady Angler.

gt
Subuh di hari ke dua kami semua sudah siap kembali mancing, dengan tenaga dan semangat baru kami berubah Formasi, saya dengan Pak Achmadi, Pak Wiem dengan Pak Yusuf, Mang Jalo bersama Pak Erwin, Herman geday bersama Darmadi, dan Ibu Puji bersama Zainus. Saya dan pak Achmadi memilih langsung masuk jauh ke dalam muara sambil menunggu air surut keluar, dan berharap ikan makan dengan buas. Sedangkan pak Wim dan Yusuf juga masuk area muara sebelah kami, lalu perburuan dimulai. Saya yang hanya berdua pak Achmadi tidak mendapatkan hasil yang bagus, hanya seekor baby GT atau ikan kuwe ukuran bayi, ikan sumpit, dan Kerapu kecil yang di dapat pak achmadi, sedangkan saya hanya seekor Mangrove Jack. Sementara pak Wim dan Yusuf rupanya sedang wangi, mereka yang masuk ke dalam muara saat air mulai surut mendapatkan panen strike.
Tercatat tidak kurang 30 ekor ikan berbagai jenis naik dan takluk pada tangan dingin pak Wiem, seorang pancinger kawakan yang saat ini menjabat sebagai presiden FORCASI (Forum komunikasi Castinger Indonesia ) untuk periode pertama. Pemilihan umpan yang tepat, kondisi pasang surut dan akurasi lemparan serta bagaimana mempersentasikan action umpan sebagai mana mestinya menjadi kunci sukses setiap kita mancing, terutama tehnik Casting, menurut Pak Wiem. Pak yusuf pun saat itu mendapat strike namun tidak sebanyak pak Wiem.
Di perahu lain Mang Jalo dan Pak Erwin nampaknya sepagian ini terus terusan bercanda di perahu hingga hasilnya belum maksimal,line break, ikan mocel dan banyak sekali kelucuan yang mereka berbuat. Namun masih ada beberapa ekor ikan yang juga berhasil mereka koleksi sehingga bisa selamat dari hinaan dan celaan teman teman.

Pak Wim yang mengatur trip senang mendapat banyak mangrove jack

Pak Wim yang mengatur trip senang mendapat banyak mangrove jack

Matahari pun telah tepat di atas kepala, tandanya kami harus segera kembali ke kapal untuk makan siang. Tanpa komando kami segera meluncur ke lokasi kapal kami lepas sauh. Perahu Ibu Puji dan perahu Pak Darmadi sudah sampai terlebih dahulu, rupanya hari ini mereka lebih banyak berpanas panas dan belum mendapatkan hasil yang bagus. Dua orang sahabat yang terus terusan saling ejek pun hari ini belum bisa menunjukan taringnya, Pak Erwin dan Mang Jalo masih belum menemukan performa terbaik. Hari ini kami lebih banyak tertawa di perahu sehingga mancingnya Cuma dapat sedikit, kelakar mang jalo. Acara makan pun tidak berlama lama, karena kami masih semangat lalu kami kembali berangkat ke spot spot andalan.

Moh Erwin senang mendapat ikan sumpit

Moh Erwin senang mendapat ikan sumpit hahahaha...

Mengikuti perahu Mang jalo dan pak Erwin saya menjaga jarak bersama Pak Achmadi. Sambil terus melempar ke sisi sisi karang Dan berharap ada ikan yang menyambar umpan kami. Rupanya seekor mangrove jack sedang keluar mencari makan di area karang, menghantam keras umpan yang sedang di retrieve pak Achmadi, sesaat terjadi fight, namun rupanya belum perfect hooked up sehingga ikan mocel, dan kami teruskan berburu.di perahu lainTerlihat mang Jalo mengangkat joran tinggi tinggi saat popper 40 gramnya di hajar oleh seekor ikan GT, berharap ikan keluar dari karang, sehingga akhirnya ia dapat memenangkan pertarungan dengan GT pertamanya hari itu. Pak erwin juga mendapat sambaran, tapi saya ia kalah sigap, ikan membawa lari popper terakhirnya alias line break. Sebagian besar ikan yang kami dapat di release kembali agar populasi tidak rusak dan berharap suatu saat nanti kami kembali mendapat hasil yang lebih baik lagi.***adhi fatah (adf).

Comments

comments

Comments are closed.