Mancing, Snorkling & Camping di Pulau Semak Daun

Foto bersama sebelum snorkeling menikmati keindahan laut

Menikmati mancing dengan cara yang berbeda. Seperti itulah kira-kira yang ada didalam pikiranku. Mancing berhari-hari diatas kapal sangat menguras tenaga dan kadang bisa menjemukan. Pencinta hobby mancing biasanya memiliki hobby kegiatan outdoor lannya. Aku pikir aktivitas mancing, snorkeling dan camping masih saling berkaitan, maka saya mencoba menggabungkannya dalam satu trip dan mengajak teman-teman dari komunitas Archipelago Fishing Community. Spot pilihannya adalah memancing dan snorkeling di seputaran Pulau Air dan Camping di Pulau Semak Daun.

101_0607aaaaa

tiba di pulau

Syukurlah ajakan saya disambut hangat oleh Komang, Irwan, H Amir dan yang lainnya. Berangkat naik kapal regular dari dermaga baru Muara Angke - Kaliadem menuju Pulau Pramuka ditempuh dua setengah jam perjalanan. Tiketnya juga masih terjangkau, 47 ribu rupiah. Di Pulau Pramuka kami disambut P Widodo sebagai koordinator. Kami diarahkan ke home base untuk istirahat dan makan siang, lanjut naik kapal menuju spot mancing dasaran di tubiran karang. Cukup menghibur meski hanya ikan-ikan dasar 5 jarian yang bisa dinaikan keatas kapal. Komang mencoba peruntungan casting dengan umpan minnow dan spoon. Dirasa sudah cukup, kami lanjut ke spot snorkeling di sisi utara pulau Air.

makan dengan ikan hasil pancingan hemm mantaaap

makan dengan ikan hasil pancingan hemm mantaaap

Dasar pancinger, sambil snorkeling pun bisa-bisanya bawa rangkaian handline dengan umpan cumi potong. Al hasil kerapu berhasil menambah pundi-pundi untuk tambahan menu bbq malam harinya. Kehidupan di bawah lautnya sangat menyegarkan mata. Pemandangan bawah lautnya yang cantik, dengan terumbu karang dan koral yang indah serta ikan-ikan kecil dengan jumlah banyak. Kamu akan melewatkan waktu tanpa terasa, karena saking asyiknya “bercengkrama” dengan ikan-ikan kecil. Sementara itu guide menggambil gambar bawah laut peserta satu persatu. Hari sudah mulai senja, saatnya kapal kami arahkan menuju base istirahan Pulau Semak Daun. 4 Tenda dome besar sudah didirikan. Lumanyan nyaman.

mancing santai bro

mancing santai bro

Menikmati malam Pulau Semak Daun.
Berbeda dengan paket snorkeling biasa yang bermalam di homestay, suasana bermalam di tenda diatas pasir menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan. BBQ ikan hasil tangkapan siang harinya sangat menggugah selera makan malam kami. Tips buat yang ingin camping di Semak daun adalah menambah bekal air gallon tawar sebagai pembilas mandi. Karena sumur yang ada airnya payau. Pilih baju ganti yang tipis dan mudah kering dan bawa peralatan seperlunya. Warung sederhana ada disini. Kopi, Teh, Mie instan dan snack juga tersedia. Sambil menunggu rasa kantuk tiba, kami melanjutkan mancing di dermaga. Tak lupa 1 termos kopi untuk menghangatkan badan. Tak ada strike berarti. Mungkin karena spot adalah jalur kapal yang ramai. “Sesekali sih ada strike ikan jenaha di sisi kiri dermaga” penjaga pulau mengisahkan.

snorkeling mantaaap

snorkeling mantaaap

Malam itu angin seperti tak meniup tenda kami yang berada di tengah pulau. Akibatnya udara terasa gerah. Teman-teman sudah tertidur nyenyak. Aku memutuskan tidur diluar tenda. Tak jauh dari tenda kami ada juga rombongan lain yang camping. Sampai hari sangat larut mereka bersenda gurau dan bermain gitar. Sehingga kesunyian pulau ini tidak begitu terasa.

Nama Pulau Semak Daun memang belum sepopuler Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka atau Bira, tapi pulau yang satu ini sudah mengambil hati traveler yang gemar bertualang di gugusan Kepulauan Seribu. Bukan hanya aksesnya yang dekat dari Jakarta, Pulau Semak Daun memiliki pemandangan yang cantik; sangat cocok dijadikan tempat pelarian sejenak dari padatnya rutinitas sehari-hari. Sesuai dengan namanya, pulau ini hanya ditumbuhi semak-semak dan pepohonan. Namun pulau ini memiliki pantai yang landai, bersih dan berpasir halus. Air lautnya-pun jernih dan biru, menggoda siapapun untuk berenang. Asyiknya lagi, ada sunset yang super-romantis sebelum datang malam berbintang dan sunrise menawan saat mata terbangun dari mimpi.
Keesokan harinya kami diajak ke penangkaran hiu. Bukan Cuma hiu ternyata. Ikan GT, Baramunndi, Kue menggali dan banyak lagi berseliweran di keramba. Itulah spot terakhir kami. Kapal kembali ke Pulau Pramuka untuk bersiap balik ke Jakarta. Cukup berkesan trip ini meski singkat. Lain waktu kami akan trip seperti ini ke Pulau Sebaru via Pulau Harapan 3D2N. Siapa yang mau ikut call me !*** by agus suyanto

Comments

comments

Comments are closed.