Lilia Sinaga Mampir Mancing di Pacitan

ikan inilah yang membuat lilia happy

ikan inilah yang membuat lilia happy

Ketika saya mengikuti Kopdar Barramundi di Kendal, tiba-tiba ada tawaran Pak Duto Sri Cahyono untuk melanjutkan trip mancing ke Pacitan Jawa Timur. Tawaran yang menantang itu tanpa berpikir panjang langsung saya iyakan. Mampir mancing sejenak ke Pacitan begitulah kisah mancing ini saya jalani bersama suami tercinta Nuh Nugraha.
Dari Kota Semarang kamipun meluncur ke Kota Solo, kemudian melanjutkan perjalanan lewat kabupaten Wonogiri dan masuk ke Kabupaten Pacitan – Jawa Timur. Ini perjalanan yang sangat menyenangkan lantaran kami bisa bertemu dengan angler yang ramah seperti Duto Sri Cahyono, Rachmad Wahjoe, Basuki Syamsudin, kang Heri Skatetrue dan tentunya guide fishing mas Tukul.

Kami cast diantara tebing karang

Kami cast diantara tebing karang

Lega rasanya setelah menempuh perjalanan yang panjang akhirnya saya tiba di Pacitan. Kami mendapat sambutan yang ramah dari Mas Tukul sebagai fishing guide. Secangkir kopi hangat menguatkan tubuh ini. Usai melepaskan lelah lalu kami mengeluarkan tackle fishing dari merk ternama Daiwa, kemudian mensetting untuk kami pergunakan mancing di laut Pacitan.
Setelah semua siap, rasanya sudah tak sabar untuk segera menuju ke dermaga Pantai Teleng tempat perahu kami berada. Pelabuhan pacitan ternyata traffic nelayan sangat ramai. Saya melihat beberapa nelayan tuna menurunkan ikan-ikan tuna berukuran besar, yang ditangkap di samudera Indonesia dekat Pacitan.
Mata saya terkagum-kagum akan indahnya tebing-tebing karang. Pacitan memang spotnya sangat unik dan indah. Daratan dengan tebing-tebing batu karang langsung berhadapan dengan Samudera Indonesia. Kondisi geografis inilah yang membuat ikan-ikan pelagis yang bermigrasi pun sering singgah di sekitar tebing-tebing di Pacitan. Demikian juga ikan-ikan dasar tetap aman berlindung di balik karang atau tepian dinding tebing yang susah dijangkau manusia. Kondisi gerografis seperti inilah yang membuat spot Pacitan tiada matinya. “Saya tidak pernah bosan mancing di sini dan nyatanya ikan masih melimpah ruah. Jadi untuk apa harus pergi memancing jauh-jauh dari lokasi rumah saya,” kata Pak Duta kepada saya sebelum memancing.

Lilia memamerkan ikan yang dipancing

Lilia memamerkan ikan yang dipancing

Ok, kini saatnya membuktikan dan mampir ngombe di Pacitan. Kenapa hanya mampir mancing? Ya saya hanya punya waktu sedikit dan saya serta suami harus bekerja. Jadi saya hanya mancing sekitar 2 jam saja dimana pada siang hari saya harus sudah kembali ke Kota Bandung.

pacitan nan menawan

pacitan nan menawan

Saya tak membuang waktu dan langsung memborbadir spot dengan tehnik cast jig. Benar saja upaya saya berhasil. Tiba-tiba umpan saya di sambar ikan. Strike…! Saya pun mulai fighting untuk memenangkan pertarungan. Saya harus menang itulah tekat saya. Upaya saya berhasil dan akhirnya saya bisa landedkan ikan . “yess…! Yess…! Mantaaaaap…” teriak saya membahana di samudera Indonesia. Dengan rasa bahagia saya segera pulang dengan rasa bahagia. Saya menang, makasih kawan sudah diperkenankan mampir mancing di Pacitan.***Lilia Sinaga tester daiwa.

Comments

comments

Comments are closed.