Konservasi Mangrove West Java Wild Fishing Angler (WJWFA)

IMG-20150927-WA0008_resized

Meneruskan kegiatan penanaman Nipah (dahon) pada bulan Agustus 2015, akhirnya acara Puncak Konservasi West Java Wild Fishing Angler (WJWFA) di Cimedang dilanjutkan dengan penanaman 2.000 bibit pohon mangrove.
Indonesia memegang rekor sebagai negara dengan hutan bakau terluas di dunia, manfaat hutan mangrove dapat kita rasakan oleh semua pihak. Sayangnya rekor hutan mangrove Indonesia ini diikuti pula oleh rekor kerusakan hutan bakau terbesar di dunia. Dari tahun ke tahun luas hutan mangrove Indonesia menurun dengan drastis. Bahkan menurut sebuah data, hutan mangrove yang telah ter-deforestasi mencapai71% dengan kondisi rusak.

IMG-20150927-WA0013_resized
Keadaan ini yang menjadi alasan tumbuhnya kesadaran dari Anggota WJWFA untuk melaksanakan kegiatan menanam Mangrove.
Semoga kesadaran akan lestarinya hutan bakau di Indonesia akan semakin tumbuh, disemua kalangan masyarakat

"Semoga ini bisa menjadi sebuah langkah kecil yang niscaya bisa membawa hal-hal positif bagi daerah Cimedang, kita mulai dari hitungan 1 dari jutaan aksi” konservasi" ucap Kang Ajat selaku inisiator kegiatan ini saat pembukaan acara pada Sabtu (05/9/15).

WJWFAyang dikomandani Michael Jason Surjo Gumanti sebagai Ketua Umum dan Andri Pritajaya sebagai Ketua Harian, pada tanggal 05-06 September 2015 melaksanakan penanaman 2.000 pohon Mangrove di areal Sungai Cimedang Cikalong Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini didukung penuh oleh Komunitas TNT (Tukang Nguseup Tasikmalaya) yang dikomandani oleh Wawan Webe, MMC (Mancing Mania Ciamis) yang dikomandani Oleh Jaweng, PWF (Pangandaran Wild Fishing) yang dikomandoi oleh Iyan Yunus Cs.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Tasikmalaya, perwakilan dari Dinas Kehutanan dan Kelautan, UPTD Pamayangsari, Relawan Siaga Bencana Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat/nelayan setempat dan anak anak Sekolah dari SMK Cikalong.

IMG-20150927-WA0009_resized

Manfaat pohon mangrove sangat dirasakan oleh penduduk setempat "Dulu di areal ini dipenuhi oleh pohon mangrove, pas bakau habis susah banget nyari ikan, udang dan kepiting. Kalau ketemu (kepiting) cuma di dekat pohon bakau saja. Pengembangan ikan juga bagus kalau deket bakau. Semenjak Tsunami Pangandaran terasa sekali manfaat mangrove sebagai penyangga bencana, kita makin serius untuk menanam mangrove," tambah kang Ajat (penggiat lingkungan sungai) di daerah tersebut.

IMG-20150927-WA0012_resized

“ Melalui budi daya mangrove, banyak hal positif yang bisa didapatkan masyarakat sekitar. Mulai dari perlindungan lingkungan dari abrasi, retensi air laut, penyangga bencana hingga kegiatan ekonomi.Tempat hidup biota laut, baik untuk berlindung, mencari makan, pemijahan maupun pengasuhan” kata Michael Jason SG.
Kegiatan ini semoga menjadi virus kebaikan bagi masyarat sekitar terutama generasi mudanya, agar kelestarian alam dapat terjaga dan kualitas lingkungan menjadi lebih baik.
Wajaaaw...
“Mugia Jamuga Nepi ka Jaga”

Penulis : Ajeep Haris

Comments

comments

Comments are closed.