Wild Trip Arwana to the Merauke Jungle

COVER66

cover Berita Mancing edisi 66

Ikan arwana yang banyak ditemukan di Merauke, bagaikan mutiara yang terpendem yang menyedot perhatian para angler dunia untuk bisa merasakan bagaimana sensasi narik ikan arwana. Salah satu pioneer yang menggali potensi mancing ikan arwana di Merauke dan eksposenya ke dunia adalah Mancing Mania Trans 7 (MMT7). Kali ini komandan MMT7 Pak Dudit Widodo mengajak Marcus Berita Mancing dan Dinasty Fishing Club Pak Wanto dan Ricky ntuk melakukan “Trip Wild at Merauke Jungle”. Bagaimana perjalanan memancing ikan arwana bersama fishing guide Mamik Slamet.
Pagi jam 9 pagi pesawat mendarat dengan selamat di bandara Mopah Merauke. Kami pun keluar bandaradan mampir di warung kopi untuk melepaskan lelah sejenak setelah menempuh perjalanan panjang selama 5 jam dari Jakarta. Di pintu keluar beberapa orang berteriak seolah-olah menyambut kedatangan kami, “Mancing Mania …Mantap..!”. Beberapa orang meminta berfoto sama Pak Dudit widodo dan nampaknya Pak Dudit melayani dengan senang hati. Warung di pojok bandara itupun kami menikmati kopi dan teh bersama Didik Merauke dan Iwan pancinger jemput kami.

Foto 1 Pak Wanto dengan ikan arwana
Belum habis kopi satu gelas tiba-tiba Pak Mamik Slamet yang menjadi guide fishing nimbrung di warung. Timur. Suasana pun makin ramai namun kami segera akhiri obrolan mancing, kemudian melanjutkan perjalanan ke hotel untuk istirahat. “Hari ini kita tidak langsung mancing, karena Pak Mamik juga baru tiba di Merauke. Biarkan dia istirahat dan menyiapkan segala keperluan logistic untuk stay di hutan nantinya” kata Pak Dudit memberi arahan kepada kami semua. Untuk mengisi waktu kosong di kota Merauke kami sempatkan ke pasar trasidional yang buka pada sore hari. Di pasar itu kami menemukan penjual ikan, penjual daging kanguru, rusa, sayuran dan lain-lain. Yang paling istimewa adalah banyak ikan gastor, nila monster, dan baramundi besar, hal membuat semangat kami makin memuncak.

DSCN7785

Foto bersama Pak Dudit dan Mamiek Slamet pemandu Mancing di Merauke

Keesokan harinya kami telah siap untuk meluncur ke wilayah Sota. Sota merupakan terdapat tapal batas antara RI – PNG. Dari tapal batas inilah kami mulai perjuangan memancing ikan arwana Papua atau yang popular di sebut dengan Jardini. Dengan menggunakan dua mobil plus 1 mobil box kami menerobos hutan kayu bozx dan akhirnya kami sampai di pinggir sungai Wanggo.

DSCN7868

Tim Dinasty Fishing Club. Pak Wanto, Marcus BM dan Ricky

Sesampai di base camp tepi kali Wanggo, lalu kami semua menurunkan barang bawaan dan membangun tenda. Sementara kami membangun tenda beberapa orang membuat meja dan sofa dari bambu untuk tempat kami kumpul-kumpul. Sampai sore hari tenda semua sudah berdiri dan siap di huni. Sambil menikmati sore hari kami duduk santai sambil mendengar alunan merdu berbagai burung yang hilir mudik di atas kepala kami. Sampai malam tiba kami masih bertahan ngobrol di depan tenda sambil menikmati malam di tengah rimba.

DSCN8225

santai

Pagi itu kabut menyelimuti base camp kami yang berada di tengah hutan, kemudian mentari mengintip dari ufuk timur dan sinarnya menerobos kabut dan tebalnya pepohonan. Saya kemudian bangun, duduk diepan tenda sambil mendendangkan lagu rohani. Selamat Pagi Tuhan terima kasih atas anugerahmu,ku memuji ku bersyukur padaMu Tuhan. Itulah lagu rohani yang saya senandungkan ternyata disambut kawan-kawan dari tanah Merauke dan turut bersenandung pula. Woow pagi hutan menjadi ramai riuh rendah oleh nyannyian pujian kami.

DSCN8444

Ricky

DSCN8097

Didik Merauke

Usai sarapan pagi kami segera berangkat menuju ke tepian sungai. Dua ibu dan para boatman menyambut kami dan membawakan perbekalan memancing. “Ikan arwana memiliki nama lokal ikan kaloso. Dalam aturan adat di sini untuk memancing ikan arwana harus dilepaskan kembali. Sebab ikan arwana ini merupakan harta kami yang akan kami jaga dan wariskan kepada anak cucu kita nantinya. Selamat memancing,” kata Pak Joel kepada adat. Kami pun mulai mengarungi sungai Wanggo selama 4 hari menggunakan dua sampan.

Marcus mendapat Arwana

Marcus Berita Mancing

Hari pertama ekplorasi kea rah muara sampai di sungai Maro. Dalam setiap titik spot kami terus casting dengan sangat rajin sekali. Selain ikan arwana yang kami dapat adalah ikan barramundi berukuran besar. Hari pertama menjadi hari yang paling mengasikan bagi anggota tim. Semua merasakan tarikan ikan arwana dan ikan barramundi. Pada sore hari kami pulang disambut penjaga base camp dengan suka cita. Bagaikan pahlawan yang menang dalam pertempuran maka sore itu kami rayakan minum teh dan minum kopi hangat sambil menikmati pisang goreng, hemm sedaaap betul.

DSCN8031

Wanto dapat babon baramundi

Hari kedua, kami mulai sudah beradaptasi dengan hutan dan dinginnya malam. Pada hari kedua planning yang kami rencanakan mancing ke arah hulu sungai Wanggo. Di hari kedua ini kami terus casting menyisir tempat-tempat yang kami duga terdapat ikan arwana. Meski seharian full kami casting namun hanya ada 2 ikan arwana yang kami dapat. Hari kedua nampaknya tidak seheboh di hari kedua, padahal menurut penuturan Pak Joel kepala adat Sungai Wanggo bahwa jalur yang kami tempuh adalah jalur arwana. Itulah mancing meski setiap hari hasil selalu tak sama.
Hari ketiga, semangat kami tetap tinggi. Kami mengambil arah ke hilir dan sampai jauh ke sungai Maro. Di hari ketiga inilah, kami terus menerus bertempur dengan ikan arwana dan barramundi besar. Hari ketiga grafik kami naikdan patut bersuka cita.

Tim TVRI Merauke dari kanan ke kiri Iwan marcus Mamiek dan abk

santai di lebat hutan merauke

Hari keempat, kami mancing setengah hari saja. Meski setengah hari tim saya sempat mendapat dua arwana dan barramundi. Jam 12 kami semua sudah merapat di base camp sebelum pulang kami sempat makan siang bersama. Usai makan siang kami langsung membongkar tenda dan berkemas-kemas untuk menuju ke kota Merauke dan selesai sudah wild trip at Merauke jungle. Selama 4 hari mancing, Pak Dudit, Pak Wanto, Ricky dan Saya bersuka cita karena terus menerus mendapat ikan arwana. itu kami disajikan tarian-tarian ikan arwana. Arwana bagaikan magnet yang menyedot perhatian angler seluruh dunia.***Marcus W Nugroho

Comments

comments

Comments are closed.