Ujung Barat Punya Cerita

Kuzz TFC adalah angler sejati pengurus Terminal Fishing Community. Simak petualangannya.

Kuzz happy

Kuzz TFC happy banget

Taman Nasional Ujungkulon adalah surga bagi wisatawan yang suka berpetualang menikmati indahnya pasir putih, gugusan karang, hutan mangrove dan hewan yang dilindungi masih terjaga baik. Wisatawan lokal dan manca Negara selalu bisa di temui ketika berada di sana. Hal ini pula yang membuat kami tidak pernah bosan untuk berpetualang ke sungai-sungai hutan mangrove di sekitaran Ujungkulon.
Tepatnya pada bulan Pebruari lalu, Kuzz TFC, Ayen, Willy dan Bagong sudah tiba di base camp awal. Dengan menyewa sebuah perahu kami memulai petualangan ke Taman Nasional Ujungkulon.
Hari pertama, kami mengarahkan tujuan ke lebatnya mangrove dan strike pertama di buka oleh Ayen. Ikan mangrove jack (MJ) berukuran sedang berhasil di naikan dan di rilis kembali ke habitatnya. Perlu diketahui semua bahwa rumpun ikan bass diujung kulon harus di rilis kembali, agar populasinya agar populasinya tetap terjaga. Itu pula yang selalu kami tanamkan kepada teman-teman angler.
Dalam trip kami mencoba casting di spot-spot karang dangkal. Hasilnya cukup memuaskan, Willy strike ikan GT berukuran 5 kg up. Sungguu mengasikan dan luar biasa mendapat GT seberat itu mengingat piranti yang digunakan adalah kelas ringan.
Kuzz juga berhasil strike mangrove jack berukuran jumbo, ikan ini di dapat di spot pasiran. Wow, sungguh luar biasa ikan bisa bermigrasi sampai keluar muara. Tak lama Bagong strike ikan GT berukuran sedang. Strike bertubi-tubi kami dapatkan dihari pertama trip, kami menyudahi trip hari pertama dengan p erasaan bahagia.

Masih banyak MJ besar

Masih banyak MJ besar

Keesokan harinya, kami memulai perburuan ke spot yang lebih jauh. Di spot itu kami banyak sekali mendapatkan sambaran. Dan ikan yang kami dapat beragam mulai baby gt, bluefin trevally, marus, lencam, kakap bendera, kerapu, barakuda. Barakuda dan cendro adalah ikan yang paling dibenci castinger karena sering membuat umpan minnow kami putus, istilah castinger nyajen.
Tanpa terasa hari sudah menjelang malam senja, pertanda kami harus mengakhiri perburuan kali ini. Dalam perjalanan pulang menuju base camp, kami disuguhi pemandangan yang sangat indah. Sambil menikmati minuman dingin akhirnya tibalah kami di pulau tempat kami menginap. Sambil menikmati makan malam kami berempat berbagi cerita bagaimana serunya petualangan hari ini, sambil merencanakan strategi untuk besok pagi.
Keesokan harinya pagi-pagi buta kami memutuskan untuk berburu predator kembali. Kami memutuskan untuk masuk ke dalam muara sungai karena melihat kondisi air sedang bagus. Setelah menyelesaikan administrasi kami menuju ke spot tujuan.
Strike pertama di dapat oleh Kuzz, ikan sumpit berukuran kecil. Ikan sumpit adalah spesies ikan muara yang sangat unik, dimana ikan ini bisa menyemprotkan air setinggi 2 meter untuk menjatuhkan mangsanya dari permukaan air dengan akurasi yang tinggi.
Parade strike berlanjut. Willy strike ikan mj berukuran sedang, Ayen dan Bagong tidak mau ketinggalan mereka strike ikan kerapu dan mj. Semua ikan MJ kami rilis kecuali ikan kerapu dan sumpit.
Tak teraSa waktu cepat berlalu, tepat sebelum mengakhiri perbuaran Kuzz merasakan sambaran yang cukup kuat. Ikan melawan dengan gigih, mencoba sembunyi di balik batang pohon. Kuzz pun tidak kalah sigap, tarik menarikpun terjadi dan akhirnya Kuzz memenangkan pertarungan. Tapi alangkah kaget bercampur bahagia Kuzz dan Bagong melihat sesosok ikan eksotik dan cantik .

Kuzz dan ikan bamble bee

Beruntung sekali saya dapat berfoto dan merilis kembali ikan cantik bumble bee ke habitatnya

Sontak Kuzz berteriak “Bumble bee… bumble bee..!” Sungguh luar biasa Kuzz mendapatkan ikan bumble bee berukuran berukuran sedang. Masyarakat pulau Jawa menganggap ikan bumble bee sudah punah, namun Ujungkulon punya cerita lain, ini menandakan bahwa perairan TNUK masih banyak ikannya.
Misteri yang belum terungkan, ikan bumble bee atau kerapu mas memiliki nama latin Lanceolatus Epinephelus, adalah kenis ikan yang bisa tumbuh panjang 2 meter dan berat 300 kg. Spesies ini masih banyak dijumpai sebagain di Kalimantan dan muara-muara Papua. Sangat suka di perairan yang dangkal.
Beruntung sekali saya dapat berfoto dan merilis kembali ikan cantik bumble bee ke habitatnya.
Akhirnya perburuan kami akhiri dan kami bersiap ke perahu besar untuk makan siang dan melanjutkan perjalanan pulang. Syukur kami panjatkan kepada Tuhan bahwa trip kami berjalan dengan lancer dan sukses. ***Kuzz TFC (Terminal Fishing Commnuty

Comments

comments

Comments are closed.