Misteri Dibalik Schooling & Soaling

Shooling Fish

Beragam cara sertaa jalan bagi mahkluk hidup untuk survive dalam rangka adaptasi dengan lingkungan yang sangat keras. Di dunia bawah air, pola perilaku spesies ikan-ikan tertentu dengan bergerombol membentuk konfigurasi kelompok yang besar, ternyata efektif dalam melawan pertarungan seleksi alam yang sangat kompetitif. Pola perilaku satu spesies ikan yang bergerombol/ berkelompok (hang out) membenttuk formasi dimensi yang besar yang terpolarisasi (berenang sambil menghadap satu arah yang sama ) dan terkoordinasi dikenal sebagai istilah schooling. Contoh spesies ikan yang memiliki pola perilaku schooling ialah bluestripe snapper (lutjanus kasmira).

Schooling untuk mempertahankan diri dari ancaman predator

Sedangkan formasi gerombolan besar satu spesies ikan yang bergerombol secara tidak terpolarisasi (berenang bersama tetapi dalam arah yang acak) serta tidak terkoordinasi di sebut sebagao shoaling. Shoaling dilakukan pada spesies surgeonfish (Acanthuridae).
Motivasi ikan melakukan schooling dan shoaling bahwa jelas tujuan mereka adalah untuk survive dengan proses seleksi alam serta motivasi perilaku mereka di dorong oleh naluri kolektif yang antara lain bertujuan untuk anti predator, spawning aggregation, enchanced foraging dan migration motives.
Akan tetapi perilaku schooling dan shoaling yang untuk anti predator namun sebenarnya menarik predator karena besarnya konfigurasi ikan dalam berkelompok. Predator macam ikan layaran (saifish dan ikan pedang Swordfish, serta hiu rubah (Thresher shark ) memanfaatkan ekornya yang panjang untuk memecah belah schooling sehingga dengan mudah memangsa ikan.
Sebenarnya schooling dan schoaling berhubungan berhubungan dengan sumber makanan dan bertahan bersama lebih baik dibanding sendirian.
Kesimpulan yang bisa ditarik bahwa pola perilaku schooling dan shoaling selain sebagai bentuk interaksi social, sebagai peran untuk melakukan informasi kolektif terhadap lingkungan sekitar yang terdeteksi oleh panca indera mereka. Banyak para ahli perikanan yang hanya menduga bahwa perilaku schooling seperti yang kami uraikan di atas dan hal ini masih menjadi misteri dikuat dan diterapkan dalam sudut keilmuan. Apakah pola ini berlangsung karena pola insting ikan? Ataukah ada pola komunikasi sejenis sensor suara dan nativigasi , hydrodinamika, refleksi cahaya dari pedar keperakan sisik ikan? Entahlah itu yang menjadi misteri keilmuan hingga kini.***Marcus

Comments

comments

Comments are closed.