PKB FC & Lenong Berbagi Kebahagiaan di Pulau Tunda.

Tim PKB FC

Tim PKB FC dan lenong

Berbagi umpan sudah biasa, akan tetapi saat pancinger melakukan trip ke pulau atau spot untuk membongkar rumpon Kakap Merah (red sniper) dibarengi dengan Bakti sosial, bagaimana rasanya ? Apakah sebel, atau kurang senang dengan kegiatan mancing yang terpaksa di kurangi waktunya hanya untuk memberikan sumbangan kepada para penduduk di suatu pulau.
Tentu saja tidak bagi Ary Anglerboy,Pengepul Kertas Bekas Fishing Club (PKB-FC) dan Lenonger yang sejatinya adalah komunitas para pemancing, melakukan Bakti Sosial menyantuni para Lansia, dan anak yatim piatu sebanyak 115 orang di Pulau Tunda, Serang, Banten, kegiatan tahunan yang sudah kali kedua dilaksanakan oleh PKB FC dan Lenonger ini dimaksudkan untuk memberikan kebahagian kepada para penduduk di Pulau Tunda yang selama ini sudah sangat akrab dengan para pemancing khususnya PKB FC dan Lenonger.
Kegiatan trip mancing dan bakti sosial dimulai pada hari jum,at 12 Juni 2015, Ary Anglerboy, Didy, Wira, Hadi, Yunus, dan saya berangkat dengan kapal satu yang di nakhodai oleh Kapten Mamat berangkat ke Pulau Tunda setelah menunaikan ibadah sholat jum,at di Karang Antu, sedangkan kapal 2 dan kapal 3 akan menyusul malam harinya.
Sampai spot pertama di karang Bondol sangat memukau, umpan yang baru diturunkan Didy, langsung disambar oleh kakap merah alias red snipper, sedangkan Hady mendapatkan dua ekor ikan Kerapu lumpur atau grouper ukuran 2 kg. kemudian ary berhasil mendaratkan ikan Kerapu ukuran sedang, di ikuti oleh wira dan yunus.
Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB, spot pertama disudahi, kemudian kapal diarahkan menuju Pulau Tunda, untuk loading logistik untuk bakti sosial, membagikan kupon kepada para lansia dan yatim piatu melalui ketua RT masing-masing, yang akan dibagikan esok hari setelah trip malam dan pagi hari di rumpon, yang sudah dipasang beberapa bulan lalu disekitar Pulau Tunda.

Loading Logistik Bakti Sosial

Loading Logistik Bakti Sosial

Loading logistik selesai pukul 17.00, kapal Makmur Jaya langsung menuju spot rumpon selanjutnya, dikejauhan tampak sinar matahari yang mulai meredup, beberapa saat kemudian mulai tenggelam, Kapten Mamat mengarahkan kapal menuju karang tempat ikan kakap merah bersarang, malam itu kapal lego jangkar di spot karang. Spot ini juga sangat bagus, baru beberapa saat umpan di turunkan dan menyentuh dasar karang, mulailah nyanyian reel berbagai merk bernyanyi bersahutan, double strike, triple strike, four strike, sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata, bertubi tubi sambaran ikan Kakap Merah dan Kuniran, berkali-kali juga Ary angler, Didy, Hadi, Wira, dan Yunus terus mendaratkan ikan, dengan sigap ABK KM Makmur Jaya melepas ikan dari kail dan menempatkan pada bak plastik yang sudah disiapkan, baru di transfer ke cold box yang sudah mulai terisi oleh ikan yang didominasi Kakap Merah.

Suasana Bakti Sosial menyantuni Lansia dan Yatim Piatu

Suasana Bakti Sosial menyantuni Lansia dan Yatim Piatu

Pukul 11.00 malam serangan mulai kendor, karena arus mulai membuat timah J5 tidak bisa menyentuh dasar karang, timah J10 pun sudah tidak mampu cepat mendapatkan serangan, Kapten Mamat berinisiatif untuk pindah ke spot rumpon selanjutnya, spot yang dituju adalah karang Buntung, namun karena jarak yang cukup jauh dan arus yang semakin kuat , diputuskan untuk menuju rumpon 3 yang sudah dipasang sejak 2 bulan yang lalu, Kapten Mamat memutuskan untuk melego jangkar sambil menunggu arus mulai kendor, sampai di spot rumpon, arus masih kuat, timah J10 tidak efektif, ikan yang menyambar hanya beberapa kali, seperti kuniran dan kakap merah ukuran table size, rasa kantuk mulai mendera, ikan sepertinya juga malas menyambar umpan yang diturunkan, akhirnya kemenangan pada mata pancinger, semua pemancing memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu arus kendor dan ikan mulai bangun untuk mencari makan.
Menjelang subuh, para anglerr mulai terbangun. Bukan karena sudah dipasang alarm, namun karena adanya suara gaduh dari ABK yang mulai menaikkan ikan kakap merah dan kaci-kaci, tanpa banyak basa-basi, hanya cuci muka langsung pegang joran dan mulai memancing. Kali ini arus cukup bersahabat, timah J4 atau J5 sangat efektif, berkali-kali para pancinger memompa joran dan menghentak joran untuk hook up ikan yang menyambar umpan, pagi itu semua pancinger terlihat bahagia, bagaimana tidak dalam mimpi sudah strike ikan kakap, dan saat bangun ikan kakap benar-benar menyangkut di kail mereka masing masing.
Sampai pukul 08.00, strike mulai berkurang, Ary angler meminta Kapten Mamat menuju spot terakhir sebelum merapat ke Pulau Tunda pukul 12.00 untuk melaksanakan bakti sosial, Kapten Mamat langsung menyeru kepada ABK untuk siap-siap pindah ke spot yang tidak terlalu jauh dari Pulau Tunda. Hanya setengah jam perjalanan tim kapal satu sampai di spot rumpon terakhir, sayang arus semakin kendor dan menjelang mati arus, Kapten Mamat memposisikan kapal tepat diatas rumpon, ternyata sangat efektif, ikan mulai menyambar umpan, dan kebahagian para pancinger semakin bertambah, silih berganti Ary angler, Didy, Hady, Wira, dan Yunus strike dan landed Kakap Merah. Namun karena waktu sudah mulai menunjukkan pukul 10.30, “waktu habis” kata Ary. “Selanjutnya ke pulau, jangan sampai kita kesiangan, dan orang yang akan kita santuni menjadi kecewa”, ucapnya lagi.

Ary Angler dan Kerapu

Ary Angler dan Kerapu

Pukul 11.30 kapal 1 merapat di Pulau Tunda, belum terlihat kapal 2 dan kapal 3 yang merapat, kami putuskan untuk mandi di rumah Kapten Mamat yang juga dijadikan lokasi pembagian beras dan uang kepada para lansia, dan anak yatim, sedangkan para pemancing bersih-bersih badan dan makan siang di rumah Kapten Mamat. Saat tim kapal 1 mandi dan merapikan meja untuk lokasi pengambilan beras, mulailah berdatangan pancinger dari kapal 2 dan 3, senda gurau tidak terelakkan lagi, cerita tentang spot juga mendominasi pembicaraan para lenonger yang sejatinya selalu bercanda dengan rekan-rekan sesama anggota Lenong saat trip bersama, yang dilanjutkan dengan makan siang, menu ikan bakar dan ikan sayur hasil pancing di spot rumpon dan karang sekitar Pulau Tunda yang mereka sambangi.
Saat adzan dhuhur berkumandang, para lenonger yang beragama Islam melaksanakan ibadah di masjid setempat, sebagian lagi mempersiapkan meja menunggu kedatangan para lansia dan yatim piatu yang akan disantuni, tepat setelah sholat dhuhur, mulai berdatangan para lansia yang sudah memiliki kupon menuju 3 (tiga) meja panitia, yaitu meja RT 01-02, meja RT 03-04, dan Meja RT 05-06 yang semuanya warga RW 02 sekitar tempat kediaman Kapten Mamat.
Inilah kegiatan berbagi kebahagiaan yang sangat ditunggu oleh para pancinger dan warga Pulau Tunda, para pancinger yang sudah berbahagia bisa memancing di Pulau Tunda yang sangat banyak ikannya, sedangkan para lansia dan yatim piatu mendapatkan santunan beras dan uang tunai yang tentunya membuat mereka bahagia. Silih berganti para lansia datang, dan silih berganti pula ucapan terima kasih dari mulut mereka kepada para pancinger, hampir satu jam lebih kegiatan ini berlangsung, mirip dengan suasana strike para pancinger yang di sambar ikan bertubi-tubi di spot karang dan spot rumpon di Pulau Tunda, rasa bahagia dari keduanya tidak dapat disembunyikan semuanya mengalir seperti arus air laut di Pulau Tunda. Sedangkan Ary Angler sebagai penggagas dan penyantun mengatakan “kita akan jadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin tahunan, PKB FC dan Lenonger, karena ini adalah kegiatan kali ke dua di Pulau Tunda, kita juga sangat berbahagia dengan trip bareng dan bakti sosial, sebagai wujud nyata rasa bersyukur kepada Allah subhanahuwataala, dan rasa peduli lingkungan di laut dan juga kepedulian kita kepada masyarakat di Pulau Tunda yang membutuhkan” ungkapnya.***(IR – Irwan Riduan)

Comments

comments

Comments are closed.