Gila gila Dengan Pingky Anglers

Fishing Trip dengan Pingky Angler nan kocak ni Shio strike gabus

Dalam sebuah kesempatan trip panjang, Berita Mancing mendapatkan satu kesempatan unik dan menarik, kali ini trip mancing yang penuh dengan canda tawa dan kegilaan bersama dengan sebuah sekelompok pancinger unik yang menamakan kelompoknya “komunitas Pinky Angler”. Pha’de Hanif, Shio syan, Jimmy Caster, Marshall, dan Fery Nugroho adalah pancinger kocak yang tergabung dalam the Pinky Angler Comunnity ini.
Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB saya yang berangkat naik kereta dari Jakarta bersama Andre Tattoo dan Shio syan salah seorang personil Pinky Angler di jemput di stasiun kereta Cirebon oleh Jimmy yang kebetulan domisili sementara di cirebon, kami langsung di angkut ke penginapan di mana Jimmy tinggal, dan suasana langsung pecah saat kami tiba, om Sumitro “si raja Hajar” ternyata sudah menunggu kami di tempat tersebut, sontak saja ia dan shio langsung berpelukan dan berjingkat jingkat kegirangan, laksana dua orang anak kecil yang baru mendapat hadiah dari orang tuanya kedua pancinger itu begitu kegirangan di awal petualangan penuh canda tawa ini.

FISHING TRIP_ PINKY ANGLER_ Jimmy di rajang oleh the Pinkers

Jimmy di rajang oleh the Pinkers

Teman teman pancinger kota Cirebon pun hadir menemani kami malam ini, kami asik menikmati kopi hitam setelah jimmy mentraktir makan nasi jamblang khas cirebon. Sekitar tengah malam sebuah mobil avanza memasuki halaman Parkir penginapan, lalu turun empat orang lelaki gagah dari dalam mobil, rupanya 3 orang personil Pinky dan seorang kawan pancinger asal kota Jogja mas Tho’ telah tiba, sontak suasana gaduh dan rusuh terjadi, lengkap sudah anggota Genk Pinky ini.

FISHING TRIP_ PINKY ANGLER_ Berfoto di Toko Pancing

Berfoto di toko pancing Winner

Tiba tiba suasana malam jadi begitu hiruk pikuk, Jimmy sang tuan rumah jadi korban bully dari kejahilan kawan kawannya the Pinkers (julukan dari pinky angler ini) saya dan kawan kawan lainnya juga cukup terpukau melihat kegilaan demi kegilaan yang mereka ciptakan malam itu, obrolan dan canda tawa dari para pancinger yang unik dan lucu.
Dan tak terasa adzan subuh berkumandang dari masjid Raya At Taqwa Cirebon, sebagian kami yang beragama Islam melanjutkan sholat subuh di masjid dan sebagian langsung masuk kamar untuk mengistirahatkan mata barang sejenak. Belum lagi rasa kantuk dan lelah ini hilang tiba tiba pintu kamar kami masing masing sudah di gedor gedor, rupanya om Sumitro yang sudah datang lagi dan membangunkan kami untuk segera berangkat ke brebes menghadiri acara mancing di muara Cigempol Brebes, yang di gelar oleh Club Mancing Tegal Brebes (MTB) yang di komandani oleh Yongky Rama Barata. Kamipun menyiapkan diri untuk untuk segera berangkat ke Brebes, rupanya om Sumitro juga membawa serta crew Mata Pancing MNCTV yang akan meliput kegiatan mancing di Brebes nanti, kamipun menyegerakan diri agar tidak terlambat.
Meskipun sudah terburu buru rupanya kami tetap saja datang terlambat ke lokasi, namun Yongky dan kawan kawan MTB tetap menunggu dengan setia, sedangkan peserta yang datang sejak pagi sudah di antar ke lokasi mancing masing masing. Di lokasi ini kami akan mancing dengan Target ikan baramundi atau kakap putih dengan tehnik cebluk atau koncer udang, pada saat musim timur seperti ini biasanya banyak baramundi yang masuk ke muara Cigempol dan menjadi buruan para pancinger.

FISHING TRIP_ PINKY ANGLER_ Marshall kalah dalam game dan harus telanjang dada

Marshall kalah dalam game dan harus telanjang dada

Tepi tepi muara Cigempol di penuhi oleh ranggon ranggon buatan untuk memancing baramundi, Ranggon ini adalah sebuah bangunan yang di susun dari kayu Bambu menyerupai bagan di laut, akan tetapi di dasarnya di berikan pondasi seperti drum, batu batuan, dan ada juga yang menaruh ban mobil untuk di jadikan rumpon kakap, ada juga yang sengaja menenggekamkan bangkai perahu untuk menjadi rumpon. Kami yang datang dalam satu rombongan dari cirebon harus di pisah karena beberapa ranggon hanya mampu menampung pancinger 4 sampai 5 orang saja, sedang jumlah kami termasuk Pingky Angler jumlahnya belasan. Hingga selesainya acara tak satupun dari kami yang berhasil strike kecuali Marshall yang mengaku mocel, namun hasilnya tidak di akui oleh kawan kawannya the Pinkers.
Kegilaan the pinkers masih berlaku di hari minggu, kami masih sakaw mancing karena di hari sabtu tak seekor pun kami dapatkan di cigempol. Jimmy menghubungi Iqbal, Usman dan Hendra untuk menemani kami mancing di seputaran cirebon, Iqbal, Usman dan Hendra juga merupakan Pancinger asal Cirebon tergabung dalam Lobunta Angler (komunitas Mancing yang juga di dirikan oleh Jimmy dan kawan kawan), yang banyak tau lokasi mancing disini, karena masih ingin mancing santai dan bisa tetap bercanda kamipun minta di ajak mancing nila di empang saja, Pak Usman dan Hendra yang mengawal kami setelah sebelumnya kami di ajak mampir dan membuat “kerusuhan” di toko pancing Winer, salah satu toko pancing terbesar di Cirebon. Beberapa rangkaian dan umpan untuk mancing nila pun kami dapatkan Gratis di toko ini. terima kasih om Awin, ucap kawan kawan the Pinkers Genit.
Di sebuah empang mujahir milik seorang kenalan kami mancing sambil bercanda, kawan kawan the Pinkers membuat sebuah game kembali, antara Shio, Jimmy, Ferry dan Marshall membuat perjanjian barang siapa dapat ikan paling sedikit dalam tempo 15 menit maka akan di poto bersama dalam kodisi topless (telanjang dada), kali ini marshall menjadi korban, tak seekor pun yang ia dapatkan sedang kawan kawan yang lain sudah strike, ia pun pasrah bertelanjang dada dan di poto bersama, perawakan tambun dan montok ini sering jadi korban eksploitasi kawan kawan the Pinkers, hihihi.
Shio yang bosan dengan piranti pelampungan mengganti dengan piranti castingnya, ia pun melempari kolam di sebelah yang banyak di tumbuhi rerumputan menggunakan umpan Frogie ukuran 4,5cm, rupanya ia sudah curiga bahwa di kolam tersebut ada gabusnya, terbukti tidak perlu waktu lama, tangan dinginnya terlihat asik memainkan joran saat melayani perlawanan seekor gabus yang menelan umpan frogie nya. Sebentar saja sang gabus penghuni kolam tersebut menyerah dan menjadi obyek poto the Pinkers.
The Pinky Angler adalah kelompok pemancing yang senang menciptakan sensasi, meski pada dasarnya mereka juga merupakan pancinger yang handal, tapi mereka muli bosan dengan kondisi yang kaku dan terlalu mainstream, menurut mereka prestasi dalam dunia mancing ialah bagaimana seorang pancinger dapat mensyukuri dan berbahagia atas hasil pancingannyam bukan karena jadi pemenang dalam sebuah kompetisi atau hanya karena ikan besar saja. Tingkah kemayu dan perilaku konyol menjadi jargon kawan kawan ini, bagi para pancinger yang belum kenal mereka seolah mereka adalah lelaki jadi jadian, padahal di balik itu semua mereka pun berebutan untuk bisa berfoto bersama Lilia Sinaga seorang Lady Angler cantik mojang Bandung atau berebutan juga mendapatkan Pin Blackberry Anita seorang Host acara mancing di sebuah stasiun televisi.
Terima kasih kepada Pinky angler, All About Angler dan Lobunta Angler Cirebon yang telah menyediakan suguhan trip menarik, unik, lucu dan gila, semoga tetap menjadi warna dalam dunia mancing indonesia. Salam Kompak. #adf

Comments

comments

Comments are closed.