Pertempuran Tiada Kendor di Alor

Mr Saxon Ng dengan ikan rubby snapperPara Mancing Mania, Sobat Mancing ku Kali ini Berita Mancing menulis untuk memberi Kabar Mancing lis tentang bagaimana serunya trip Alor yang keempat yang dilakukan oleh Dinasty Fishing Club. Catatan kemenangan dalam pertempuran melawan ikan-ikan predator tetap menjadi sebuah cerita yang menarik dalam trip ini.

Pada ekspedisi yang ke-4 ini personilnya masih tetap sama yaitu Wanto, Mr. Saxon Ng, Miss Saxon Ng, mr. Nordon, Ricky Tawala dan Marcus Berita Mancing. Pada kesempatan ini tim Km Kumala juga mengajak Herry Troling yang merupakan bapak Kapten Ndang,  . Bagaimana serunya kisah mancing dan pertempuran dengan ikan-ikan di Alor dalam trip mancing keempat dari Dinasty FC di Alor dilakukan pada tanggal 27 November hingga 3 Desember 2014, akan kami sajikan buat pembaca berita mancing.
Bandara El tari Kupang menjadi titik pertemuan saya yang terbang dari Jakarta dengan pancinger dari Hong Kong yaitu Mr. Saxon, miss Saxon, Mr. Nordon dan pancinger Surabaya Pak Wanto dan Ricky. Dari Kupang kami kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Mali kepulauan Alor NTT. Pukul 15.00 waktu setempat pesawat Trans Nusa yang kami naik mendarat sempurna di Bandara Mali Alor. Kami segera mengurus semua barang bawaan lalu kami masukan ke mobil jemputan yang telah menunggu kami. “Selamat datang di Kalabahi ibu kota Alor dan selamat menikmati pertempuran sengit dengan ikan-ikan monster di Alor,” kata pak Christ yang menyambut kami di Bandara Mali.

Box Makan enak
Mobil Avansa dan mobil angkutan membawa kami ke dermaga Kalabahi sebagai tempat bersandarnya kapal Kumala yang akan kami pergunakan menjelajah perairan Alor, Flores, Pantar dan sekitarnya selama 7 hari. Sebelum sampai di dermaga Kalabahi kami menyempatkan mandi di rumah Kapten Ndang. Baru pada pukul 18.00 kapal meluncur meninggalkan dermaga Kalabahi dengan tujuan ke sekitar pulau Rusa. Sambil membereskan semua alat pancing pada malam pertama di atas kapal kami makan malam bersama dengan menu daging sapi panggang. Usai makan malam serta menyiapkan alat-alat pancing maka kamipun melepaskan lelah setelah seharian menempuh perjalanan panjang dari Jakarta, Surabaya dan Hong Kong.

Box Berita Utama Nordon
Yellowfintuna pembuka strike di hari pertama
Jam 3 pagi kapten Ndank sudah membangunkan kami dari tidur nyenyak. Klakson kapal yang nyaring membuat kami semua yang tertidur pulas terbangun. Beberapa abk ke depan dek untuk melepaskan jangkar. Sementara seorang abk menyajikan minuman hangat penambah stamina. Nampak samar-samar dikeremangan malam di belakang kami sebuah pulau kecil. “Dimana ni sekarang,” tanya saya penasaran. “Pulau Rusa spot pertama untuk memancing. Biasanya pada saat pagi banyak ikan tuna gigi anjing. Moga-moga kita bisa pesta dan bertempur dengan ikan besar,” kata Ambon salah satu kru kapal Kumala.
Ricky kemudian merangkai ikan belo-belo sebagai umpan. Ia segera memasang umpan buat Pak Wanto juga. Sementara itu di depan Pak Hery Troling juga demikian memasang ikan belo-belo. Arus saat kami datang tidak terlalu kuat, pelan mengalir. Tidak lama kemudian tiba-tiba reel milik Pak Hery Troling menjerit keras diikuti dengan terulurnya kenur yang keluar dari reel. Ia hanya bertahan sehingga kenur melengkung membentuk huruf J terbalik. Mantan kapten yang sudah berpengalaman malang melintang mancing itu nampaknya kewalahan menahan betotan ikan. Woww pertempuran nampaknya sudah dimulai. Dengan segenap tenaga dan kemampuannya Hery Troling terus berusaha menahan joran. Pelan namun pasti ia mulai menguasai pertempuran.

Herry troling dengan ikan yellowfin tuna

Kenur pelan namun pasti berhasil masuk ke dalam ril. Menit demi menit pertempuran tidak kunjung selesai. Semua yang memberikan support menebak-nebak ikan apa gerangan. Pelan namun pasti akhirnya ikan berhasil digiring mendekati kapal dan mulai menyembul kepermukaan. “YFT…!!” teriak salah satu abk. YFT adalah singkatan dari Yellowfin tuna atau tuna sirip kuning yang merupakan ikan petarung tangguh yang tidak mudah taklukan. Bukan hanya itu saja YFT adalah ikan komsumsi yang paling enak dan mahal harganya.
Jeebbbb suara ganco saat menusuk tubuh YFT. Dengan susah payah beberapa kru akhirnya berhasil menarik ikan tuna ke dalam perahu. Sorak sorai kru kapal atas kemenangan pertempuran dengan YFT jelas membuat kami bersuk cita. Usai mengabadikan moment itu lalu Pak Nordon mengiris daging tuna untuk di masak dan sebagian dijadikan shasimi,

Miss Saxon senang mendapt kerapu merah
Pertempuran pagi itu belum berakhir dan nampaknya masih berlanjut. Kali ini yang tersambar umpannya adalah pancingan milik Pak Wanto. Bagaikan seorang petinju, Pak Wanto terus bertahan tatkala ikan melawan secara menghujam. Dilihat cara bertempur dan karakter ikan, jelas ikan yang menyambar adalah yellowfin tuna. Ikan terus menarik kenur tiada henti. Setengah spool kenur habis. Baru tatkala ikan berhenti melawan kini giliran Pak Wanto menarik mati-matian. Yuupp…, ikan kembali melawan. Hemm kali ini sungguh luar biasa perlawanannya. Saya naik ke atas kapal untuk merekam dengan kamera semua peristiwa pertempuran dengan detail selain itu agar tidak mengganggu pertempuran mereka. Pelan namun pasti ikan berhasil di tarik hingga ke permukaan.

 

Meskipun ikan sudah permukaan namun YFT tidak mau menyerah begitu saja, ia terus berputar-putar mencari celah untuk bisa meloloskan diri. Pertempuran sengit benar-benar terjadi kali ini. YFT dengan tenaga terakhirnya terus meronta memutar badan, namun kru kapal Kumala lebih sigap dan akhirnya jebbb ganco menancap di tubuh YFT lalu ikan tuna besar itu ditariknya ke atas kapal. Yess.., mantap, dan ini baru keren, Luar biasa perisitiwa pagi ini, kami menang dua kosong dalam pertempuran berakhir. Kemenangan ini membuat semangat kami tak pernah kendor.

BOX BERITA UTAMA PAK WANTO
Ini masih cerita di hari pertama, padahal pelayaran kami masih berlanjut lima hari lagi menjelajah perairan Alor, Flores, Pantar dan pulau Kawula, tentunya perlu stamnina yang cukup kuat untuk mancing dalam waktu yang panjang.Demikian juga dengan kisah pertempuran dengan ikan-ikan monster Alor tidak cukup, jadi kalo hanya kami sajikan dalam satu edisi terasa kurang, harus bersambung kata saya dalam hati.
Semburat mentari di ufuk timur mulai muncul pertanda hari telah tiba. Di sebelah kapal kami ternyata banyak ikan yellowfin tuna yang sedang menyambar ikan-ikan sarden kecil. Melihat gelagat itu kapten Ndank mengambil piranti ringan untuk casting dengan micro jig. Beberapa umpan tersambar namun tesss kenur putus. Kejadian banyaknya ikan jelas membuat kami bergembira ria di pagi itu.
Menjelang siang kapal pindah spot. Saat pindah spot itu kami pergunakan untuk istirahat memulihkan tenaga, namun tidak demikian dengan Ricky dan Nordon justru memasang umpan trolling. Kapal berjalan pelan menuju ke Pulau Kambing dan tatkala melewati perbatasan air, tiba-tiba reel trolling menjerit keras. “Strikeee….!!!” Teriak beberapa Abk yang membuat kapten Ndang memelankan kapalnya.
Ricky yang sejak tadi stand by langsung mengangkat reel accurate di depannya dan mulai fighting. Dengan stand up Ricky terus menarik ikan dan mulai menguasai pertempuran. Pelan namun pasti akhirnya ia berhasil menarik ikan mendekati kapal. “barakuda…!!” teriak abk saat mau mengganconya. Tak lama kemudian seekor barakuda besar berhasil naik ke atas kapal. Hem besar banget barakuda yang di dapat Ricky, mulutnya bagaikan mulut buaya yang menyeramkan. Baru kali ini saya melihat barakuda besar yang bobotnya di atas 20 kg, tubuhnya seperti pohon kelapa dan mulutnya menyeramkan seperti buaya. Lumayan monster barakuda berhasil kami taklukan, hemm luar biasa mancing di hari pertama ini.

Ricky taklukan monster barakuda
Hari makin siang, kami semua nampaknya malas mancing ikan-ikan besar, maklum perjalanan mancing masih 5 hari jadi kami tidak terlalu nafsu untuk mancing. Siang itu, kami menikmati indahnya lautan Nusa Tenggara Timur dan gugusan Pulau Kambing. Pantainyadengan pasir putih yang cantik menawan membuat hati kami kagum akan keindahannya. Kapal menyandar tak jauh dari pulau untuk istirahat makan siang.
Saat istirahat itu Pak Wanto dan Febi juru masak kapal mulai mengeluarkan keahlian memasaknya. Kali mereka memasak daging sapi yang di bawanya dari Surabaya. Sambil menunggu masakan matang Miss Saxon mancing dengan menggunakan sabiki. Benar saja ikan lodi atau kerapu merah berhasil ia pancing. Dengan senyum manisnya istri dari Mr Saxon ini mengundang kami semua ikutan mancing. “Wahh ikan lodi banyak di bawah ayooo mancing pake sabiki,” kata Ricky kepada kami semua.
Tanpa basa-basi kami langsung memancing ikan-ikan kerapu lodi dan kakap merah kecil. Dalam sekejap kami mendapat ikan kerapu merah. Pak Nordon mengambil beberapa ikan lalu dimasak kukus dan sebagian di sop. Hemmm siang itu kami makan paling enak yaitu daging sapi, soup kerapu meraah. Salah satu cirikah trip dengan Dinasty FC adalah acara makan yang selalu enak. Kami makan bersama dan selanjutnya membuka minuman bir serta soft drink untuk merayakan kemenangan dalam pertempuran di pagi hari.
Menjelang siang beberapa kawan mulai kelelahan dan tiduran di dek kapal, sementara sebagian mancing ikan-ikan kerapu merah dengan menggunakan sabiki. Ikan kerapu merah merupakan target kami dimana sebagaian dibuat ikan asin untuk dibawa ke Hong kong dan sebagian dimasukan ke freezer untuk di bawa ke Surabaya. Meskipun ikan kerapu merah hanya seberat 1 – 2 kg namun sejatinya ikan ini merupakan ikan paling enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tak heran bila kawan-kawan senang memancing ikan ini dan membawanya pulang.
Hari makin sore kapal kembali memancing ke salah satu spot ruby snapper. Strike pertama di spot ini adalah pak Nordon. Jorannya yang kecil namun kuat ini melengkung dengan indahnya. Ia mulai fighting sekuat tenaga dan akhirnya ia berhasil mendapatkan ikan ruby snapper. Ikan ruby snapper ketika menyambar umpan akan menarik umpan sekuat tenaga lalu menahan di bawah karang. AAAhhh masih banyak cerita sementara saya potong sampai di sini... nanti kita sambunng lagi heheheh salam strike

Comments

comments

Comments are closed.