Menaklukkan Singarat Rokan

Fian pada saat berhasil menaklukkan seekor singarat  monster.

Fian pada saat berhasil menaklukkan seekor singarat monster.

Sungai Rokan adalah salah satu dari lima sungai besar yang melintasi provinsi Riau, Sumatra. Bentangannya mencapai panjang 350 km. Sungai ini bercabang dua yang dinamai Sungai Rokan Kiri dan Rokan Kanan (Batang Lubuh). Hulunya berada di Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Malaka.
Di daratan sekitar muara sungai Rokan terdapat sebuah kota yang dulu sangat terkenal sebagai penghasil ikan nomor satu di Indonesia, yaitu kota Bagan Siapi-api. Sekarang kota ini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir. Namun potensi perikanannya tidak lagi seperti zaman dulu. Produksi ikan sudah jauh berkurang. Akan tetapi sungai Rokan masih berpotensi besar menjadi tujuan memancing. Masih banyak ikan-ikan air tawar yang menghuni perairan sungai ini.

Ikan singarat besar yang berhasil ditaklukkan oleh Fian  Anakkunto

Ikan singarat besar yang berhasil ditaklukkan oleh Fian Anakkunto

Salah satu jenis ikan sungai yang jadi target pancingan adalah singarat (Belodontichthys dinema). Di beberapa daerah disebut pula dengan nama ikan lais tembiring, sengarat, singarek, songaek, dan ikan begahak. Ikan ini dapat memiliki ukuran panjang hingga 100 cm. Ikan ini masih bisa ditemukan di sungai-sungai sebelah timur Sumatra, sungai di Kalimantan, Malaysia dan Thailand.
Sebenarnya ada dua jenis genus ini. Yang satunya lagi bernama Belodontichthys truncatus yang berukuran lebih kecil. Yaitu panjang maksimumnya hanya 60 cm. Yang ini endemik wilayah perairan Indocina seperti sungai Mekong dan Chao Phraya.
Memancing ikan singarat dapat dilakukan dengan dua cara. Yang pertama adalah cara tradisional seperti yang dilakukan oleh masyarakat nelayan dengan menggunakan umpan hidup seperti ikan botia, cacing besar dan laron. Teknik memancingnya pun agak unik karena menggunakan gerakan-gerakan tertentu yang tujuannya menarik ikan tersebut menyambar umpan.
Yang kedua adalah teknik kasting dengan menggunakan umpan seperti minnow dan soft lure. Memancing dengan teknik ini supaya dapat hasil yang memuaskan harus memperhatikan spot, tanda-tanda keberadaan ikan singarat dan waktu memancingnya. Hal ini dituturkan oleh Fian Anakkunto, salah seorang angler anggota Komunitas Pemancing Riau (KoPeR), yang telah bertahun-tahun menaklukkan singarat sungai Rokan.
Ikan singarat secara umum suka bermigrasi dari bagian hilir sungai menuju ke hulunya. Pada beberapa titik sungai ikan ini berkumpul dan berburu ikan-ikan kecil lainnya. Jika para angler tahu tempat berkumpulnya maka di sinilah spot yang bagus untuk memancingnya. Pernah pada tahun 2010 lalu, Fian Anakkunto berhasil mendapatkan ikan ini sebanyak 63 ekor selama dua hari. Berikut ini adalah tips yang diberikan oleh Fian untuk angler yang ingin mencoba menaklukkan ikan ini.
Pertama, pengetahuan akan spot. Spot yang diduga tempat berkumpulnya ikan singarat ini salah satunya adalah muara sungai. Yaitu adanya anak sungai yang bermuara ke sungai yang lebih besar. Cobalah kasting di sekitar muara sungai ini. Kemudian spot yang memungkinkan adalah tikungan sungai yang airnya dalam. Biasanya dikenal dengan nama lubuk. Di sinilah biasanya singarat bermain. Apalagi jika di spot tersebut banyak tonggak-tonggak kayu mati, maka itulah tempat ikan singarat itu bersembunyi dan menyergap mangsa.
Kedua, mengenali tanda-tanda keberadaan singarat. Tidak cukup hanya mengenali spot-nya saja, tetapi tanda-tandanya juga harus diketahui. Yaitu adanya ikan-ikan kecil yang meloncat seperti dikejar-kejar. Namun yang mengejarnya tidak kelihatan karena ikan singarat memburunya di bawah air. Ini berbeda dengan ikan hampala yang kadang sampai muncul ke permukaan kalau berburu. Selain itu juga biasanya ditandai dengan adanya tenggakan ke permukaan air. Tenggakannya berbeda dengan ikan lainnya dan gerakannya lebih lembut dan bunyinya khas.
Ketiga, waktu memancing yang tepat. Adapun waktu yang tepat kasting singarat adalah mulai subuh sampai pukul 09.00 pagi. Kemudian sore sekitar pukul 16.00 sampai pukul 19.00. Jika tengah hari maka pilihlah pada saat cuaca sedang mendung. Kondisi air sungai yang keruh dan deras bukanlah masalah. Karena ikan singarat dapat mendeteksi getaran lure yang melintas di sekitarnya.
Demikianlah tips yang diberikan oleh Fian Anakkunto untuk menambah khazanah pengetahuan bagi para angler. Khususnya bagi angler yang ingin mencoba sensasi strike dan fight melawan ikan ini. Selamat mencoba!

Penulis,
Hasrijal Farmaduansa

Comments

comments

Comments are closed.