Baramundi GILA !

100_0524 - CopyDikalangan Pancinger Semarang dan Pantura pada umumnya, Baramundi atau Kakap Putih terkenal ikan yang cerdik, karena bersarang di areal yang sulit dipancing. Ikan ini sangat suka bersarang di rumpon yang sangat rawan yangkut dan putus. Dapat julukan ikan yang “njeleih” atau menyebalkan karenanya. Jika dipancing di areal terbuka relatif lebih kecil untuk mendapatkan strike. Juga termasuk ikan yang dimanja karena teknik mancingnya yang njelimet. Harus pakai umpan udang putih hidup. Untuk merawat agar ikan ini tetap hidup juga perlu peralatan tersendiri seperti bak penampungan yang dilengkapi dengan airator. Main line harus kecil agar ringan terbawa udang, tetapi juga harus kuat karena rawan putus oleh insannya yang setajam silet. Sampai sampai Gun, pancinger asal semarang menyarankan kalau belum pernah mancing kakap putih, sebaiknya jangan coba-coba memulainya. Karena njeleih itu tadi. Pada spot-spot tertentu dan waktu-waktu tertentu Kakap Putih juga efektif dipancing dengan teknik casting.

100_0491

Di akhir bulan Oktober ini, saya mengadakan trip Gogo’an bersama para pancinger asal Semarang. Gogo’an adalah istilah mancing dasaran dengan target ikan kerapu. Umpan yang digunakan biasanya ikan kerong-kerong, ikan baronang, atau kepiting. Bersama para pancinger Semarang, Feri, Agung, Arif, Gun dan Candra kami merencanakan mancing gogo’an diseputar pulau Mandalika Jepara yang dipandu oleh Rendy Ok SA yang memiliki spot-spot potensial disana. Bang Rendy yang belakangan ini sedang begitu menikmati casting tengiri dengan spoon sempat menyarankan apakah sebaiknya tidak full casting saja. Karena saat ini waktunya sedang bagus untuk itu. Kami bukannya tidak tertarik dengan report beberapa waktu terakhir ini, akan tetapi kami juga tidak siap dengan pirantinya.

100_0523

Beberapa spot kami coba mancing dasaran dengan umpan udang hidup sekaligus untuk mendapatkan umpan gogo’an. Arus sedang kurang bagus sehingga ikan kurang aktif. Hanya beberapa ekor ikan Kakap Merah dan Dederit landed diatas kapal. Hingga tengah hari target masih sulit didapatkan. Kami memutuskan mendarat di pulau Madalika untuk istirahat makan siang dengan Menu pindang ikan Kapmer + Udang. Kami menikmatinya dibawah pohon beralas batuan pantai. Teman-teman juga tak menyia-nyiakan waktu untuk bernarsis ria. Pulau dengan bebatuan yang jarang ditemukan di pesisir utara pulau jawa.

Setelah puas menikmati Pulau mandalika bang Rendy mengajak ke spot kapal karam. Spot yang kebetulan juga jalur pulang ke darat. Kedalaman spot ini seditar 4 meter. Kondisi airnya masih bagus. Umpan udang tenger yang sudah hampir kelenger dengan rangkaian mancing dasaran dengan 2 kumisan diturunkan. Diawali dengan naik beberapa ekor Kakap Putih KW3 alian ikan Samge. Dasar baramundi Gila ! Rangkaian yang bisa dibilang asal-asalan jika untuk target Baramundi milik Fery yang diserahkan Candra disambar ikan. Baramundi ukuran jumbo pun mendarat sempurna. Suasanapun makin membara untuk mendapat ikan yang sama. Hingga menjeang akhir trip 1 ekor Kakap Putih lagi bisa dinaikan.

Aku sempat berseloroh dasar pemancing kakap putih, pergi mancing gogo’an pun dapatnya ikan kakap putih. Sedangkan yang lain bercanda kalau ini adalah trip ngaterin Candra ! Luar biasa ! Ikan Baramundi yang terkenal manja dan njeleih itu dengan mudahnya terangkat disini. Jika saja udang putih segar tersedia dan teknik mancing sesuai pakem, mungkin lebih banyak ikan terangkat di spot ini. Masih menjadi pertanyaan dalam hati. Ini adalah pengecualian Pakem atau ini Baramundi Gila !
Agus Suyanto

Comments

comments

Comments are closed.