Gabus Snakehead Cileungsi

Setelah sekian lama tidak mancing, tiba-tiba kawan saya mengajak saya untuk ekxplore mancing di sebuah danau sekitar wilayah Cileungsi, Jawa barat.  Tanpa banyak kata saya langsung mengiyakan tawaran mancing  bersama.

Dari depok saya berangkat dengan kawan kawan yaitu Hendra Julhizah, Fauji dan Andre. Kami janjian dengan teman teman Pancinger dari Cileungsi di gerbang Utama perumahan Kota Wisata pada pukul 05.30 pagi. Adalah Wandi, donny dan Dhicky yang sudah stand by di lokasi untuk menunggu manis kami di tempat janjian, rupanya ada juga sahabat pancinger dari daerah citeureup dan cibinong yang ikut gabung dengan kami yaitu Yus dan Nurvi. Setelah semua kumpul, Dhicky dan wandi sang kuncen spot gabus di sekitar cibubur dan cileungsi langsung menggiring kami ke sebuah spot tertutup yang memang ada larangan memancing, akan tetapi karena Dhicky ada kenal dengan “orang dalam” akhirnya kami dapat izin untuk mancing gabus di spot tersebut sampai jam 08.30 pagi saja.
Setelah rapi merakit piranti Casting kami langsung berpencar menelusuri tepian danau tersebut untuk mencari lokasi persembunyian dan tempat gabus mencari mangsa, saya sendiri masih asik menikmati keasrian pemandangan sekitar danau pagi itu yang masih di balut embun. Danau yang bentuknya melingkar dan ada pulau buatan di tengahnya tersebut terlihat begitu indah di pandang, dengan barisan pohon sawit di tepi bagian dalam yang daunnya menjuntai ke air membuat penasaran dalam benak saya, ikan apa saja yang bersembunyi di balik rimbunnya pelepah sawit tersebut.

FISHING STORY GABUSER CILEUNGSI_ Patoy mendapat strike pembuka
Setelah puas menikmati pemandangan sayapun kembali ke hasrat semula, mancing!, menyusuri tepian danau ke arah air masuk pembuangan air dari bekas sebuah kandang kuda saya menemukan lokasi yang cukup potensial untuk menggoda gabus. Rimbunnya pepohonan yang menaungi titik tersebut memaksa saya untuk memaksimalkan tehnik skipping agar lemparan umpan saya tidak nyangkut di dahan pohon. Tidak ada sepuluh kali lemparan terlihat sebuah gelombang besar naik ke permukaan air persis di belakan umpan kodok kodokan yang sedang saya retrieve perlahan. Tiba tiba blarr”... sebuah sambaran tepat mengenai thunderfrog yang saya modif menggunakan rolling blade di ekornya, dan srrttttttt... benang keluar dari spool reel yang memang dragnya tidak saya setting fulldrag, setelah yakin umpan sudah telak tergigit oleh sang predator segera saya hentak kuat kuat joran agar hook menancap di mulut ikan, namun apa lacur, rupanya saya terlalu lama melakukan hentakan hingga akhirnya ikan memuntahkan kodok tepat sebelum saya hentak joran. Dan sang target pun berhasil lolos meninggalkan saya yang geleng geleng kepala karena kegagalan di pagi hari itu, dan pak hendra yang sedari tadi di dekat saya tertawa dengan sangat puas sekali sambil mengejek saya. Berkali kali saya coba ulang menggoda gabus di lokasi yang sama namun rupanya gabus tersebut sudah tidak mau lagi tergoda dengan umpan saya.

FISHING STORY GABUSER CILEUNGSI_ Yus rajin lempar pangkal strike
Saya pun berkeliling spot mengikuti teman teman yang sudah mengambil posisi masing masing, berharap mendapatkan gambar strike dari kawan kawan. Langsung menuju titik terjauh dimana ada beberapa orang yang asik melempar umpan ke arah rindangnya pohon duri di tepian danau. Menunggu sebetar sambil duduk duduk hingga terkejut oleh teriakan salah seorang dari castinger cileungsi bernama Patoy .“STRIKE!!!” teriaknya, terlihat ia sudah meladeni perlawanan dari seekor mama gabus penghuni wilayah semak duri dengan menggunakan umpan Jumper frog hasil karyanya sendiri, dan tidak berapa lama akhirnya sang mama gabus berhasil landed dengan jumper frog yang perfect hook up di dalam mulutnya. Yessssss!!! Teriak patoy kegirangan karena ia orang pertama yang strike pagi itu.
Strike berikutnya ialah sang Juru kunci Spot Dhicky yang asik memainkan Jumper frog di pinggir danau yang airnya sedikit dangkal, seekor kocolan (red:gabus berukuran sedang) menyambar dengan bringas umpannya, seketika itu juga Dhicky menghentak jorannya kuat kuat agar kail menancap kuat di mulut ikan, dan dengan kelihaiannya memancing gabus ia pun berhasil mengkanvaskan si kocolan nakal tersebut. Setelah berfoto dhicky menyampaikan kepada teman teman bahwa umpan yang efektif di spot tersebut ialah Jumper frog karena jumperfrog menciptakan gelombang yang lumayan mengundang hasrat gabus untuk menyergapnya.
Tepat pukul 08.30 Dhiky dan Wandi mengajak kami bergeser ke spot berikutnya, berharap kami semua dapat strike hari ini. Tidak terlalu jauh memang dari spot semula, tapi cukup tersembunyi lokasinya. Inilah tempat kami bermain bro” ucap kawan kawan saya ini. Lalu mereka memberikan petunjuk kepada kami semua dimana saja gabus di spot ini biasa mencari makan. Saya, Yus, Dhiky dan Wandi langsung mengambil sisi terjauh dari titik awal, dan sisanya mengambil posisi masing masing. Terlihat sambaran demi sambaran terjadi pada umpan teman teman di beberapa titik, tapi belum ada yang landed karena banyak mocel, mungkin disini ramai ikan gabus kocolan ungkap andre yang mendapatkan beberapa kali sambaran tapi semuanya miss.
Trip hari minggu pagi ini kami terus di naungi awan mendung yang membuat cuaca tidak panas sama sekali sehingga tidak terlalu menguras keringat dan energi kami, hingga membuat semangat untuk tetap bergerak kesana kemari untuk menyusuri tiap sisi danau berharap menemukan titik yang potensial untuk mendapatkan strike.
Tepat di samping saya adalah Yus, Pancinger asal citeureup yang sangat rajin membombardir rerumputan yang tergenang air, dan usahanya tidak sia sia, seekor kocolan dengan panjang 28cm berhasil di daratkannya dengan baik. Saya yang sedari tadi mengikuti Dhicky dan wandi rupanya masih punya sedikit keberuntungan di spot ini, umpan yang saya retrieve menyisir tepi rerumputan di sambar telak oleh seekor gabus, dengan tenang saya coba ladeni perlawanan ikan ini berharap tidak terjadi mocel kedua dan akhirnya ikan dapat saya taklukan.
Karena hari menjelang siang dan kami mulai di landa lelah karena sedang berpuasa, akhirnya trip mancing ini kami sudahi pukul 11.00 siang dan kami saling berpamitan untuk masing masing kembali kerumah dan menunggu waktunya berbuka puasa bersama keluarga.
Cileungsi dan sekitarnya masih memiliki kantung kantung spot memancing gabus yang potensial karena masih banyak danau danau buatan, galian pasir yang sudah tidak aktif, dan sungai yang masih jernih. Perilaku memancing dari masyarakat sekitar pun terbilang tidak terlalu berlebihan karena kami tidak lagi mendengar adanya praktek meracun ikan. Dan semoga kawan kawan bisa menjadikannya sebagai aset yang dapat di jaga bersama sama untuk kelangsungan hobby mancing. Salam Strike!!!

Comments

comments

Comments are closed.