Kapten Mancing Profesional dan Saksi Sejarah Mancing

Heri Troling adalah kapten pertama di Indonesia yang mempelopori menjadi kapten mancing professional yaitu sport fishing berdasarkan standar International Game Fishes Association (IGFA). Hery Troling seorang kapten legendaris yang menjadi saksi sejarah mncing di tanah air. Membahas sosok Heri Troling bagaikan menguak sejarah mancing di tanah air. Panjangnya cerita  sosok heri Troling maka tulisan ini akan kami buat berseri.

Pada era tahun 1994 Federasi Olahraga Mancing Indonesia (FORMASI) mendidik nelayan  muda di Palabuhan ratu, Sukabumi, untuk belajar menjadi kapten mancing professional yang bisa menguasai navigsi dan menguasai mancing standar international dalam hal ini IGFA. Salah satu pemuda yang ikut adalah Heri. Para pengajar waktu itu adalah pendiri FORMASI dan pancinger professional dari Australia. Kesungguhan Heri itu membuat dirinya  menjadi salah kapten professional hingga saat kini.

“Waktu sebelum didik menjadi kapten mancing professional saya hanya seorang nelayan biasa. Tatkala Formasi menggelar turnamen Indonesia Billfish Tournament 1994 dimaka ketua Formasi Bapak Pudjo Basuki Almrhum, maka di sinilah saya dan anak-anak muda pelabuhan ratu mengenal mancing Profesional. Di saat itu kami bertemu dengan pancinger ternama seperti Susanto Nursewan, Bobby Halim, Sulaiman Tamin salah satu refresentatif IGFA di Indonesia, Awin Mawardi, Yuwono Kolopaking dan pendiri Formasi lainya.Baru pada tahun itu saya diajari bagaimana menjadi kapten mancing professional dimana yang mendidik waktu itu instruktur mancing dari Australia. Dari sinilah titik balik pengenalan mancing menggunakan piranti mancing dan aturan mancing standar international. Dalam pergaulan dengan para tokoh-tokoh mancing Indonesia itu saya baru terbuka wawasan bahwa menjadi kapten professional dan menjadi guide mancing adalah nilai plus bagi seorang nelayan muda seperti saya.” tutur Heri Troling.

“Setelah mendapat bekal ilmu, lalu saya diberi kepercayaan oleh pancinger senior yaitu Pak Susanto Nursewan untuk memegang fishing boat. Dari situ saya belajar bagaimana caranya memancing ikan-ikan besar macam tuna dan marlin. Bukan hanya mancing namun saya belajar merangkai umpan, alat-alat pancing untuk memburu ikan-ikan besar.Lokasi yang kami sambangani untuk memancing tuna dan marlin adalah di daerah Palabuhan ratu dan Ujungkulon. Setelah saya mahir, saya pun mengajari kawan-kawan untuk menjadi kapten atau kru kapal mancing. Kawan-kawan kami pun akhirnya menyebar menjadi kapten kapal-kapal yacht baik di Jakarta atau daerah lain. Kami semua senang melihat kawa dari palabuhan ratu maju. Lantaran saat itu saya yang merintis pertama menjadi kapten professional dan sering memberikan ilmu-ilmu mancing  terutama tehnik trolling di kalangan kapten mancing maka  saya sering dipanggil dengan Heri trolling,” Cerita Heri trolling kepada BM.

“Tahun 1997 Formasi menggelar turnamen Piala Presiden RI yang merupakan turnamen bergengsi di tanah air dengan memperebutkan trophy dari Presiden Soeharto. Menurut saya untuk pertam kalinya dan terbesar dalam sejarah mancing  maupun dalam penyelenggaraan turnamen di Indonesia maka turnamen mancing Piala Presiden Cup yang diselenggarakan pada 27 November 1997 di ujung kulon ini merupakan cikal bakal tumbuhnya industry mancing di tanah air. Konon cerita dipilihnya Ujungkulon  karena saat itu perairan ujung kulon menyimpan potensi besar ikan spesies seperti ikan billfish. Pilihan lokasi mancing  Piala Presiden itu berdasarkan turnamen  sebelumnya yaitu Ujung kulon Tag & Release Big Game Fishing Tournament pada tahun 1996 yang mendapat 8 ikan billfish termasuk team saya,” cerita Heri Troling. (BERSAMBUNG EDISI DEPAN)

Comments

comments

Comments are closed.