Awalnya jadi pancinger Gara-gara Mancing Wader

Sekali-kali coba kitanya pancinger yang sudah malang melintang dan menjelahi lautan, ikan apa yang pertama kali dipancing? Jawabnya pancinger bervariasi lalu mereka menyebut “ikan-ikan liliput(ikan kecil” seperti ikan wader, ikan uceng, ikan bentuer, ikan betok, ikan tawes dan ikan-ikan kecil lainnya. Jadi saya kira tidaklah berlebihan jika saya menyebut ikan wader sebagai ikan yang menjadikan cikal bakal pancinger sejati. Hal sperti yang saya alami, bahwa mulai mancing ikan wader maka hobby mancing terus berjalan. Ikan liliput kecil mungil yang diberi nama ikan wader merupakan jenis-jenis ikan kecil dari suku (famili) Cyprinidae. Beberapa spesies ikan wader yang yang kita kenal adalah wader pari (lunjar padi), wader bintik dua, dan beberapa jenis lainnya yang biasa disebut dengan wader saja. Ikan yang sering dikonsumsi lantaran memiliki rasa yang gurih ini biasa menempati danau dan sungai, bahkan selokan yang berair jernih. Ikan wader secara umum tersebar di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Lombok dan Bali), Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Brunei Darusalam, hingga ke India dan sebagian China. Wader (famili Cryprinidae) mempunyai berbagai macam jenis. Di seluruh dunia diperkirakan terdapat lebih dari seratus jenis (spesies) wader dari sekitar belasan Genus. Wader Pari atau Lunjar Padi (Rasbora argyrotaenia) biasa disebut juga sebagai wader, wader pari, lunjar andong (Jawa), cecereh, ikan cere (Betawi), paray (Sunda), pantao, seluang (Sumatera), seluang (Kalimantan). Dalam bahasa Inggris ikan wader ini disebut sebagai silver rasbora sedangkan di Malaysia disebut Buntung, Londoi, Seluang, atau Waderpari. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Rasbora argyrotaenia. Ikan lunjar padi memiliki panjang maksimal 17 cm . Tubuhnya berwarna kuning keemasan di bagian atas dan berwarna putih keperakan di bagian bawah. Ikan wader pari atau lunjar padi biasa hidup di parit-parit yang dangkal hingga danau dan sungai yang mempunyai air jernih.

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Actinopterygii; Ordo: Cypriniformes; Famili: Cyprinidae; Genus: Rasbora; Spesies: Rasbora argyrotaenia Wader Bintik Dua (Puntius binotatus). Wader bintik dua merupakan salah satu spesies wader yang dibeberapa daerah di Indonesia biasa disebut sebagai beunteur (Sunda), wader cakul atau wader (Jawa), puyan (Banjar), tanah atau sepadak (Bengkulu). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai spotted barb atau common barb. Sedang dalam bahasa Malaysia disebut Bunter, Putih, Tebal Sisek. Dalam bahasa ilmiah (latin) dinamakan Puntius binotatus. Ikan wader bintik dua mempunyai ciri berukuran kecil-sedang dengan panjang total sekitar 10 cm. Meskipun jarang besar namun wader bintik dua mampu mencapai panjang 17 cm. Wader bintik dia mempunyai empat sungut kecil di ujung moncongnya. Tubuhnya berwarna abu-abu kehijauan atau keperakan dengan dua yang terdapat di pangkal sirip belakang dan di tengah batang ekor. Ikan wader bintik dua biasa ditemukan bersama spesies wader lainnya mulaid ari pantai hingga daerah berketinggian 2.000 meter dpl. Wader bintik dua menyukai air sdelokan dangkal, sungai bahkan danau yang berair jernih. Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Actinopterygii; Ordo: Cypriniformes; Famili: Cyprinidae; Genus: Puntius; Spesies: Puntius binotatus Jenis Wader Lainnya. Selain kedua jenis wader tersebut masih terdapat sekitar seratusan jenis wader di dunia. Tidak sedikit dari spesies tersebut yang merupakan spesies endemik. Beberapa jenis spesies wader diantaranya adalah: • Rasbora argyrotaenia (Silver Rasbora) • Rasbora aurotaenia (Pale Rasbora) • Rasbora baliensis • Rasbora bankanensis • Rasbora beauforti (Spotlight Rasbora) • Rasbora einthovenii (Blue Line Rasbora) • Rasbora jacobsoni • Rasbora kalbarensis (Kalbar Rasbora) • Rasbora sumatrana (Sidestripe Rasbora) • Rasbora tawarensis • Rasbora tobana • Puntius bantolensis • Puntius javanicus • Puntius binotatus Pemanfaatan Wader. Ikan wader pada umumnya dimanfaatkan untuk dikonsumsi secara lokal sebagai lauk. Beberapa warung makan di Jawa dan Kalimantan ada yang menjadikan wader sebagai menu utamanya. Rata-rata wader yang dikonsumsi merupakan hasil tangkapan dari alam liar lantaran masih sangat jarang yang membudidayakan ikan kecil ini. Padahal di luar negeri, konon, ikan ini telah memiliki nilai komersial yang cukup tinggi sebagai ikan hias. Meskipun ikan kecil ini bukan termasuk binatang langka dalam daftar IUCN Redlist lantaran keberadaannya yang disinyalir masih melimpah, namun terutama di daerah saya, lima tahun terakhir ikan wader sudah mulai jarang terlihat. Mungkin karena air yang ada semakin tidak jernih. Bagaimana dengan di daerah sobat, masihkan sering menjumpai jenis-jenis wader? Ikan wader atau ikan bentuer ini memang hidup sampai di sungai mulai hulu hingga hilir. Ikan yang sering bersembunyi di balik bebatuan sungai memiliki nama commond bar, dengan nama ilmiah barbus binotatus. Dimana ikan wader masih tergolong dalam keluarga Crypinidea. Ikan yang sering terpancing biasanya sebesar jari manis hingga ukuran jempol orang dewasa. Dalam buku-buku fresh water bahwa ikan wader panjangnya bisa mencapai 15 cm. Dan ikan memiliki sifat suka berkumpul. Wader merupakan Ikan asli Indonesia, sedangan penyebaran ikan wader ini muai Myanmar, sungai Mekong Thailang dan Malaysia serta Indonesia.

Memancing wader? Memancing ikan wader merupakan mancing dengan style penuh kesederhanaan. Hanya dengan satu ulas bamboo yang raut lalu sambung dengan kenur yang disambung dengan pelampung dank kail sudah cukup. Tehnik gak rumit-rumit amat kok …, dulu ketika masa kanak-kanak kami hanya bermodalkan satu set pancingan dengan umpan cacing satu kaleng sudah menghasilkan ikan ikan wader setengah ember kecil. Ikan yang memiliki nama laien beunter, bayung lencir ini paling asik memang dipancing dengan cara kambangan. Soal umpan memang cacing favoritenya, namun umpan lain juga bisa digunakan seperti remahan mie instan, poa (sejenis rayap), nyengat z (set), tempe bosok, wader cetul, solet/colet, biscuit, pellet, ubi dan perla (anak kecoa) Ikan yang sering terpancing biasanya sebesar jari manis hingga ukuran jempol orang dewasa. Dalam buku-buku fresh water bahwa ikan wader panjangnya bisa mencapai 15 cm. Dan ikan memiliki sifat suka berkumpul. Wader merupakan Ikan asli Indonesia, sedangan penyebaran ikan wader ini mulai Myanmar, sungai Mekong Thailang dan Malaysia serta Indonesia.***

Comments

comments

Comments are closed.