Rabu, 15 Agustus 2012

Tatkala kami menjelajahi perairan Aceh dan Pulau Sabang Propinsi Nangro Aceh, kami berjumpa dengan seorang nelayan tua diatas perahu sepatu.. terus terang saya kagum akan keberadaan mereka, bayangkan saja perairan Aceh merupakan perairan samudera raya, laut lepas dan merupakan laut international. Ada tiga negara yang mengklaim wilayah itu ... termasuk indonesia. Kehadiran perahu sepatu yang dinahkodai seorang tua dari Aceh membuat saya terkagum-kagum akan keberanian mereka. ternyata setelah beberapa hari kemudian saya tiba di Aceh, keberadaan perahu sepatu ini banyak di jumpai di aceh. meski banyak saya tetap hormat kepada nelayan tua yang saya jumpai di perairan lepas di Aceh... Sebutan perahu sepatu itu adalah sebutan kami secara pribadi. Kenapa saya sebut dengan perahu sepatu? ya bentuknya persis sepatu, dimana yang dibelakang untuk sang kapten untuk mengendalikan kapal. Sedangkan di depan lancip seperti sepatu untuk memuat perbekalan sang nahkoda... Dibelakang terdapat bambu yang digunakan sebagai layar dan keseimbangan dari kapal. Selain itu keberadaan jambu untuk outriger atau tiang penghela untuk memancing secara troling. Keunikan dan kelebihan dari perahu sepatu maka bisa manuver naik turun ombak bagaikan peselancar profesional. Selain itu bilamana habis minya... tiang penghela di belakang bisa difungsikan sebagai tiang untuk laya.. Itulah oleh-oleh diluar ikan yang kami dapat saat memancing di lautan lepas, berjumpa dengan perahu sepatu..

0 komentar:

Poskan Komentar