Mancing DiSungai Silang Bakara Danau Toba

Danau Toba merupakan obyek andalan pariwisata Sumatera Utara.Disini kita bisa melihat sebuah danau yang terbentuk karena letusan vulkanik pada dahulu kala. Panjang Danau Toba sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Banyak wisatawan khusunya mancanegara yang mengunjungi Danau Toba karena keasliannya dan panoramanya. Lalu dimana kita bisa mancing di danau Toba? Pertanyaan itu persis saya lontarkan kepada saudara saya yang tinggal di salah satu desa kecil pinggir Danau Toba yaitu desa Bakara. “Di semua tempat danau ada ikannya. Ga usah kawatir enggak dapat ikan,” jawabnya santai. Benar memang di danau yang lebarnya seperti lautan pasti ada ikannya, Cuma yang kami minta jawaban spesisik di sebalah mana tepatnty? Tak mudah memang menentukan lokasi mancing yang begitu luas spotnya sementara saya menghendaki spot yang lingkupnya tidak terlalu luas. Oke, pikiran saya pun mulai berpikir praktis yaitu kenapa tidak kita mulai memancing dari sungai hulu yang mengalir ke danau toba? Toh saudara saya marga Lumban Gaol, banyak tinggal di sana. Setelah menetapkan pilihan, lalu saya mulai mengorek informasi mengenai keberadaan ikan-ikan di danau Toba melalui sanak saudara terdekat. Mereka kemudian mulai bercerita bahwa di sungai Silang Bakara terdapat ikan pora-pora yaitu ikan kecil mungkin kalau di Jawa Tengah dan Jogya namanya wader atau di Jawa Barat namanya benteur. “Kami sering menyerok ikan-ikan pora-pora di selokan samping mata air desa Marjulak, Bakara. Hasilnya lumayan untuk lauk,” cerita D Lumbang gaol.

“Adakah ikan yang lebih besar lagi yang bisa dipancing?” tanya saya penasaran. “Enggak usah mancing di sekitar sini, kami tinggal bawa jala, di sungai besar sana yaitu sungai silang yang tidak deras akan mendapat ikan ihan, itupun sekedar untuk tambahan lauk,” jawab lae saya dengan santai. Ikan ihan? Apa pula ini. “Ikan ihan bentuknya seperti ikan mas namun hidup di perairan yang deras ada yang bintik di badannya ada yang bentuknya menyerupai ikan mas namun lebih lincah. Di sungai ini terutama di hulu banyak tinggal di sana. Di dekat air terjun juga banyak ikan ini. Terus terang tak banyak yang bisa memancing ikan ini di daerah kami,” kata lae saya Lumban Gaol. Ikan ihan yang dimaksud Lae saya itu ternyata ikan yang memiliki nama latin ilmiahnya adalah Tor tombroides dengan Ordo`nya Cypriniformes (carps), termasuk dalam Klas Actinopterygii. Secara umum ikan ini memiliki nama Mahseer, yang tersohor di berbagai manca negara. Sementara ikan yang ada totol hitam ditubuhnya seperti yang dimaksud lae saya itu adalah ikan hampala. Ikan hampala sangat mudah mengindentifikasi. Di bagian tengah badanya ada satu titil hitam dan mulutnya lebar. Ikan hampala memilik karakter untuk bertarung yang luar biasa. Saat menyambar umpan bagaikan torpedo yang least kencang. Saya beberapa kali menaklukan ikan hampala ini dan sampai sekrang masih terkesan bagaimana dia menarik umpan. Luar biasa liarnya.

Wow.., ternyata ikan mahseer dan ikan Hampala masih ada di sekitar Bakara. Kedua ikan ini sangat di sukai para castinger karena tenaga dan kelangkaanya. Adanya spot ikan mahseer dan hampala di desa Bakara bagi saya ibarat harta karun yang wajib kita jaga dari tangan-tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Oke sebelumnya saya akan cerita di mana Bakara itu berada. Untuk menetahu anda bisa pakai google map dan ketik bakara danau toba, nanti akan muncul letak desa tersebut. Meskipun Desa Bakara itu kecil ternyata desa itu penuh dengan sejarah perjuangan orang-orang Batak. Pasalnya desa itu merupakan asal-muasal Sisingamangaraja pahlawan asal Sumatra Utara yang menentang penjajahan Belanda. Dari pinggiran desa Bakara itu, kita bisa memandangi keindahan Danau Toba. Bila Anda seorang pancinger hasrat dan keinginan mancing akan terus bergelora ketika melihat deburan ombak di sepanjang tepian Danau Toba. Saya pun mengalami hal demikian. Untuk mengobati rasa rindu yang mendalam setiap saya berkunjung ke kampung Bakara, tak lupa saya meluangkan waktu mancing di pinggir sungai bakara. Atau saya main ke lading sekedar memandangi keindahan danau Toba. Keindahan alam semesta ciptaan Tuhan yang tidak bisa kita jumpai di tanah Jawa. Tulisa ini adalah ungkapan rasa kerinduan yang dalam akan kampung halaman, Bakara Nauli. Bakara Kampung halaman yang indah.***Marcus Widhi Nugroho

Comments

comments

Comments are closed.