Segitiga Emas: RI Nol, Batu Tiga Belah dan Pantai Utara

Keyakinan saya baru terbukti jika di daerah Aceh terdapat ikan-ikan sport fishing seperti tuna, marlin, lemadang, wahu dan giant trevally, saat usai turnamen Banda Aceh Fishing Tournament. Sebelum turnamen saya sempat mancing di sana namun kami tidak menemukan ikan tersebut, meski demikian saya yakin bahwa Aceh berpotensi di huni ikan game fish. Saat turnamen itulah buktinya, dimana saat itu banyak ikan tuna yang terpancing di sana. Lalu sebenarnya dimana ikan-ikan itu terpancing? Berbekal pertanyaan itu kami sampaikan kepada salah satu pancinger yang kala itu mendapat ikan tuna di turnamen. Dengan senang hati pancinger itu menjelaskan titik spot yang mereka jalani selama ini. Di perairan Aceh ada banyak titik spot yang sebenarnya sudah dikenal oleh para nelayan. Titik spot yang pertama adalah Mercusuar RI Nol. Di kalangan nelayan tempat ini merupakan lokasi mancing dasar yang tiada matinya. Bagi penggemar mancing jigging lokasi bagaikan supermarket karena semua jenis ikan ada dengan ukuran yang di atas 10 kg. Di lokasi ini teman saya sampai penasaran untuk diving di sana dan ternyata dibawah terdapat giant trevally yang lagi schooling fish. “Amazing place, semoga enggak hancur oleh tangan jahat penangkap ikan dengan bom” kata teman saya. Tidak jauh dari Mercusuar RI Nol terdapat tiga buah karang yang sering disebut oleh orang Aceh dengan nama Batu Tiga Belah. Tiga batu itu bagaikan sebuah gunung laut yang menonjol hingga permukaan laut. Lantaran wall (dinding) dari karang batu tiga belah inilah plankton yang terbawa arus tertahan dan naik ke atas (up welling). Akibatnya rantai makanan terjadi ditempat ini. Banyaknya planton menjadi makan ikan kecil dan Ikan kecil menjadi makanan ikan besar. Maka di tempat ini ikan tuna yang biasa mengembara di laut lepas mencari makan, ketika melihat banyak makan di sekitar Batu Tiga Belah maka gerombolan tuna berhenti sepanjang hari untuk memakan ikan kecil. Gerombolan tuna juga sering diikuti ikan marlin. Mancing di lokasi perhentian tuna menjadi sangat menarik dan tempat ini menjadi lokasi sepanjang masa bagi nelayan yang untuk memperoleh ikan-ikan tuna.

Di perairan Aceh terdapat lokasi seperti sea mount reef atau gunung di bawah laut dimana lokasinya berada di utara Pulau Rondo atau Utara Batu Tiga Belah, nama karang luas bawah laut itu adalah Pantai Utara. Kondisi Pantai Utara memang berada di tengah laut off shore atau dititk mendekat zone eksklusif tiga Negara yaitu Indonesia ,Thailang, Nicobar. Lantaran bentuknya seperti sea mount reef maka para nelayan di lokasi ini bagaikan kita masuk supermarket yang ikan di daerah ini. Sayangnya untuk bisa mancing di sana hanya bulan-bula tertentu seperti bulan Maret, April dan Mei.***mrk

Comments

comments

Comments are closed.