Trip Joe Michael Jogyakarta: Menikmati Strike Bawal Jogya dan Boyolali

Sebagai keluarga yang memiliki hobi memancing, pilihan liburan long week and kali ini adalah memancing bersama keluarga ke Jogya pada tanggal 18 -21 juni, yang dicari adalah kenikmatan menyalurkan hasrat hoby mancing dan tetap menomorsatukan keluarga. Itulah yang dinikmati oleh keluarga Joe Michael yang mengajak serta istrinya penyanyi kondang diera tahun 90-an, Rita Effendi, bersama putri tercinta Lativa (3 tahun). Keluarga pancinger ini juga mengajak Andry serta Michael Risdianto, pernah menjadi reporter Mancing Mania Trans 7 dan Marcus dari Berita Mancing. Sebagai pilihan liburan memancing sekaligus menikmati suasana Yogyakarta dengan memancing bawal “jumbo” di pemancingan Tirto Raharjo di Yogyakarta dan Pemancingan cacth and release Umbul Tratar, Boyolali Jawa tengah. Sebelum menikmati betotan bawal “jumbo” Tirto Raharjo Yogyakarta, rasanya kurang afdol jika kami melewatkan keramahan suasana kota Yogyakarta yang terkenal dengan kota gudeg panganan khas Yogyakarta, yang mempunyai sejuta keunikan seperti jalan Malioboro. Malam hari tatkala kami ke sana suasana jalan Malioboro tumplek dengan manusia, ya biginilah kalau hari libur, jalan Malioboro penuh sesak. Meskipun kami berjalan dengan berdesakan, setiap mata memandang dimanjakan oleh banyaknya pilihan souvenir khas Yogyakarta, seniman jalan dan tentu saja warung makan lesehan dengan makanan yang yang menayajikan makanan khas yang aduhai nikmatnya dengan bumbu musisi jalanan yang setia setiap saat menghibur hati yang lara. Kami semua terlarut dalam suasana indahnya liburan di kota Yogyakarta, malam itu kami benar-benar sangat enjoy. Keesokan hari Michael Risdianto mengajak untuk mengunjungi kawannya Pak Tete yang memiliki pemancingan bawal lumbo di Tirto Raharjo. Di pemancingan itu tiga pancinger yaitu Joe Michael, Andry dan Michael Risdianto akan beradu keahlian menaklukan liarnya ikan bawal. Untuk menambah semangat juang 3 pancinger itu, kami makan soto terkondang di Yogyakarta yaitu Soto Kadipiro. Citra rasanya yang khas dan nikmatnya benar-benar maknyos membuat Soto Kadipiro setiap saat penuh dengan pemburu rasa, para wisata kuliner. Jikalau anda ke Yogyakarta mampir dan rasakan nikmatnya soto kadipiro pasti liburan anda tamba seru. Kenikmatan kuliner dan keramahan kota Jogya sudah menghibur kami, kini saatnya kami menikmati sensasi strike ikan bawal jumbo pemancingan Tirtol Raharjo, yang berada tepat di depan stasiun Patukan. Saat kami tiba di pemancingan kami disambut oleh Pak Teteh dan Pak Budi Utomo pemilik pemancingan. Keramahan dan kekeluargaan begitu terasa saat mereka menyambut kedatangan kami. Nah kini giliran ketiga pancinger beradu duel dengan monster air tawar asal sungai amazon ini. Sambil melihat aksi ketiga pancinger, saya berbincang-bincang dengan Budi Utomo soal bawal dan falsafah jawa dalam mengelola kolam ini. “minggu depan pemancingan kami ulang tahun yang pertama dan akan mengelar lomba,” cerita Budi Utomo mengawali ceritanya. Pemancingan Umbul Raharjo kini menjadi salah satu pemancingan galatama bawal yang terkenal di kota gudeg, lantaran memang pemancingan ini ditebar ribuan ikan bawal dengan berat antara 3 – 12 kg lebih. Kami akan menjajal bagaimana liarnya ikan bawal di sini. Pemancingan dengan luasnya kurang lebih dua hektar membuat kita seolah-olah sedang mancing di laut. Huupp…, di sudut kolam nampaknya Joe Michael yang memancing casting tersenyum girang ketika minnownya disambar. Pancinger yang terbiasa menaklukan ikan-ikan monster di Papua ini, mengawal hook up dan merasakan bagaimana kasarnya betotan bawal. Selanjutnya Michael dan Andry seolah tidak mau ketinggalan untuk memainkan “bass betot” si bandel bawal jumbo. Tampak senyum diraut wajah para pancinger dan bahagia di Tirto Raharjo, bahkan gadis cilik Lativa pun tersenyum girang ketika melihat papanya narik ikan. Kegembiraan semakin tampak jelas tatkala pemilik kolam memberikan bonus untuk memancing ikan monster arapaima asal sungai Amazon yang berada di kolam kecil. Ikan arapaima seberat kurang lebih 50 kg bagaikan musik gong penutup kebahagian kami di Tirto Raharjo sore itu. Kota Yogyakarta dengan sejuta keindahanya sudah kami nikmati, kini giliran untuk mengunjungi candi yang tersohor penjuru dunia yaitu Candi Borobudur Magelang, keesokan harinya sebelum kami menuju ke daerah Tratar Boyolali. Trip memancing bersama Joe Michael kali ini memang tidak hanya melulu mancing namun juga menikmati keragaman obyek wisata dan budaya yang merupakan kekayaan yang hanya dimiliki Indonesia tercinta. Perjalanan kami lanjutkan ke Boyolali untuk mengunjungi restoran yang memiliki pemancingan di daerah Tratar Boyolali. Restoran Umbul Tratar sekarang ini bukan hanya menjadi obyek wisata kuliner serta pemandangan alam pedesan yang sangat mempesona baik mata maupun rasa serta memiliki pemancingan yang bernuansa alam yang unik di Negeri ini. Keunikan adalah ditengah area sawah terdapat mata air yang lumayan besar, airnya sangat jernih dan terasa sejuk ditenggorokan walau diminum secara langsung. Inilah salah satu daya tarik sehingga para pancinger dari berbagai daerah di Pulau Jawa datang mengunjunginya. Kedatangan kami ke Umbul Tlatar disambut oleh Hartanto manajer pemancingan dan restoran obyek wisata. Sikapnya yang ramah dengan senyum penuh rasa persahabatan Pak Hartanto membuat kami sangat akrab dan seolah-olah kami bertemu dengan saudara sendiri. Dengan berbagi cerita, Pak Hartanto mempersilahkan mancing. Andry yang sejak datang terkagum-kagum akan kolam Umbul Tirto tak tahan untuk menikmati hasrat memancingnya. Bayangkan saja dengan luas kolam setengah lapangan bola yang diisi ribuan ikan bawal, nila, serta ikan air tawar dengan ukuran sangat besar membuat siapapun yang memandang akan terpana. Pemancingan ini bagaikan seorang putri nan cantik jelita. Kami seolah-olah dibawa ke puncak nirwana. Konsep yang diusung pemancingan Umbul Tlatar yang menyatu dan damai dengan alam merupakan dambaan bagi siapapun juga, termasuk kami. Sumber mata air yang keluar dari bumi yang tiada pernah berhenti mengalir, merupakan anugerah dari Tuhan Semesta Alam. Kami tiada henti bersyukur dan kagum bisa menikmati anugerah Tuhan yang terpancar dari karyaNya yaitu alam dan seisi bumi ini. Mancing di Umbul Tlatar. Boyolali dan trip bersama keluarga Joe Michael kali ini membawa sebuah perenungan Ilahi yang sederhana, bahwa keindahan dan pesona alam ini adalah lambang kehadiran-Nya yang selalu ada dan sangat dekat dengan umat-Nya. Seharusnya manusia mendekatkan diri kepada Tuhan melalui alam yang tetap lestari.***Marcus Widhi Nugroho

Comments

comments

Comments are closed.