Satria Berharmonika dan Bobara


Saya memiliki hobi mancing dan juga hobi musik. Keduanya merupakan sebuah hobi yang sudah menyatu dengan jiwa. Saat mempersiapkan ekspedisi selain alat pancing, saya juga menyelipkan harmonica.
Saat menunggu sambaran ikan merupakan waktu untuk perenungan akan alam yang begitu mempesona dan saya mengekspresikan rasa syukur pada Yang Maha Kuasa dengan bersenandung lewat harmonica yang saya mainkan. Memainkan harmonica membuat saya dan semua yang berada diatas kapal riang gembira. Bahkan Pak Ricky bolak-balik request lagu –lagu nostalgia, sementara para kru kapal lokal meminta saya memainkan lagu-lagu daerah Maluku. Musik memang mempunyai sentuhan yang ajaib siapapun yang mendengar dan dimanapun pasti terhibur walaupun dengan musik yang sangat sederhana sekalipun, apalagi dengan panorama alam Maluku Tenggara yang sungguh aduhai, debur ombak yang begitu cantik membuat setiap orang akan jatuh hati, teristimewa lagi akan ikan-ikan yang ada dilautnya sungguh luar biasa. Walau saya sendiri belum kunjung dapat ikan ukuran jumbo, hanya ikan kecil-kecil yang saya dapat hati saya tetap senang. Pagi itu sebelum popping saya mainkan satu lagu Papua, abinar gonar ganer untuk mengundang bobara (GT). Benar saja dalam lima lemparan, popper saya langsung disambut GT dan gt itu menjadi satu-satunya bobara (GT) dalam ekspedisi ini. Persis syair akhir lagu Papua yaitu kokoa kokoa yang artinya senanglah senanglah hehehe***mrk

Comments

comments

Comments are closed.