Dinasty Fishing Club Surabaya
Pendatang baru di kancah turnamen
Memang debut mancing di dalam turnamen seperti The 7th Kasal Cup merupakan pendatang baru. Ya, meskipun kami sebagai pendatang baru, namun sejujurnya soal mancing sudah kami jalani sejak kecil. Bahkan teman saya Ngo can yun sudah malang melintang mancing di berbagai manca Negara. Dalam turnamen ini kami memakai bendera Dinasty Fishing Clun yang terdiri dari saya (Wanto), H. Suwandi Thahir, Ng Cun Yan, Bambang Supriyanto, Syamsudin Lira dan Hartono. Target untuk turnamen kali ini hanya ikut ngetrip mancing bareng dan syukur-syukur bisa nyantol jadi juara .

Sebulan sebelum turnamen Kasal Cup di adakan saya mendapat kabar dari Komandan Garnisum Surabaya Bpk H. Suwandi Thahir bahwa tanggal 10 – 12 akan diadakan turnamen Kasal Cup. Lantas kami berkumpul dan membentuk tim Dinasty FC untuk ikuti turnamen. Salah satu pancinger dari tim kami merupakan kawan mancing dari Hong kong yaitu Ng Cun yan. Setelah kami sepakat membentk tim lalu kami menkontak panitia untuk mencari kapal yang akankita gunakan di turnamen Kasal Cup.

Dengan bantuan rekan-rekan di Jakarta akhirnya kami mendapat kapal Jagat 2. Untuk memastikan dan koordinasi dengan kapten kapal, 3 minggu sebelum turnamen saya menyempatkan datang ke Binuangeun. Dari sana saya tahu kondisi kapal dan kapten kapal Jagat 2.

Tanggal 9 juni kami berangkat dari Surabaya ke Jakarta. Bapak H. Suwandi Thahir tidak bisa berangkat bersama karena masih harus bertemu Kasal di Surabaya pada hari Jumat. Keesokan harinya kami berangkat dari Jakarta menuju ke Tanjung Lesung Resort untuk ngetrip mancing sekaligus ikutan turnamen.

Saat pembukaan turnamen, kami belum banyak mengenal tim-tim lain, maklum kami “pendatang baru” di turnamen hehehe. Ya jujur saja ini merupakan pengalaman pertama kalinya. Kami saat itu lebih banyak menikmati suasana dari hiruk pikuknya sebuah turnamen. Untungnya kala itu kami kenal salah satu panitia yaitu Pak Markus dari tabloid Berita Mancing. Kami pun ngobrol dan berbagi cerita mancing.

Saat usai tehnikal meeting kami ketemu dan ngobrol dengan Pak Dudit dari Mancing Mania Trans 7. Setelah berkenalan dengan host mancing mania itu nampaknya mau bergabung dengan tim kami. Wow, tim kami merasa bahagia karena akhirnya kami bisa mancing sama Pak Dudit MMT7. Tidak semua orang punya kesempatan ini, dan kami wajib bersyukur. Pada malam itu kami menjelaskana kepada Pak Dudit Bahwa target kami bukan untuk raih juara, namun dalam turnamen ini kami hanya ngetrip dan cari pengalaman saja. Pak Dudit nampaknya enggak masalah dan yang penting adalah narik ikan, perkara menang kalah urusan nanti.

Pagi sejak tanda turnamen di mulai, kapten jagat 2 mengatur semua hot spot yang akan kita pancing. Memang trip kali ini enggak banyak ikan hasil trolling. Kapten kapal Binuangeun nampaknya kurang menguasai medan. Ya kami blengspot, dan hanya trolling secara acak. Praktis cara ini kurang efektif dan hasil minim. Lain lagi pada malam hari. Kami mancing dasar dan banyak mendapat ikan. Sayangnya memang yang kami dapat ikan-ikan ramai seberat 5 – 8 kg. Meski ikan ramai suasana kapal tetap meriah dan bersemangat untuk mengail ikan.

Sampai batas akhir waktu penimbangan, kapal Jagat2 pada hari minggu 12 juni 2011 sudah merapat di dermaga Tanjung Lesung. Ikan hasil pancingan kami timbang ke panitia namun nampaknya ada tim lain yang banyak mendapat ikan besar. Yaaa kami memang gak masuk juara, namun kami cukup bahagia karena memang targetnya di turnamen ini hanya mencari kawan dan pengalaman. Next trip kami akan bagi cerita mancing yang lebih enjoy and heboh. Salam strike***Wanto anggota Dinasty Fishing Club Surabaya .

Comments

comments

Comments are closed.